Kades Sibelei Memfitnah Warga Sendiri Membuat Konflik, Akhirnya Diperiksa Polisi

Teropong Malut, Halsel – Lidah tak bertulang karna kebiasaan bicara sembarangan hingga dianggap memfitnah dan mencemarkan nama baik, Samiun Asari terpaksa berurusan di Kantor Polisi karena dilaporkan warganya sendiri karna . Kepala Desa Sebelei ini dipolisikan warganya karena mempermalukan mereka dihadapan warga lain, saat digelar pertemuan dibalai desa Sebelei Kecamatan Makian Luar Kabupaten Halmahera Selatan.

Kejadian yang dianggap merugikan baik materil maupun imateril kepada warga Sibelei, hingga menyebabkan konflik berkepanjangan di masyarakat. Karna hal ini terjadi berulang kali, terbukti pada saat dua acara yang berbeda, yakni saat rapat tentang air dan saat pembagian Bantuan Langsung Tunai (BLT) di ungkapkan di hadapan warga, kejadian tersebut pada tanggal 10 Februari dan 25 Juni 2022.

Aman Saleh salah satu pelapor, menyampaikan kepada wartawan Teropongmalut, bahwa dirinya sudah di rugikan atas nama baiknya dan keluarga merasa tidak nyaman setelah ucapan Kades Sibelei Samiun Asari dihadapan warga. Dirinya telah difitnah yang membuatnya terpaksa harus melayangkan laporan ke polisi.

Selain Aman Saleh, ikut melaporkan Kades Sebelei adalah Hasan Usman dan Ilyas Haji, yang juga ikut dipermalukan dihadapan warga. Didampingi Kuasa Hukum Syafridhani, S.H., M.Kn, pada 2 Nopember lalu, kepada Penyididik Ditreskrimum Polda Maluku Utara telah diserahkan dua bukti rekaman audio ucapan Samiun Asari beserta transkripnya yang diduga berisikan fitnahan tersebut.

Transkrip dan rekaman tersebut diterima oleh Penyidik, disaksikan oleh Wadir Reskrimum dan Kasubdit Reskrimum Polda Maluku Utara. Usai menyimak transkripnya, Wadir Reskrimum segera memerintahkan perkara ini untuk segera diproses. “Kita apresiasi kerja Penyidik karena bekerja cepat, dan tidak butuh waktu lama untuk dilakukan pemanggilan kepada Terlapor,” ucap Syafridhani, S.H., M.Kn, Kuasa Hukum ketiga Pelapor.

Advokat Flamboyan yang juga Kuasa Hukum Masyarakat Peduli Pembangunan Desa Sebelei ini menyatakan bahwa para Kliennya sudah mengantongi bukti cukup. Selain juga pada proses pemeriksaan telah dihadirkan lima orang saksi, termasuk saksi yang merekam ucapan Samiun Asari saat gelar acara dihadapan warga.

Samiun Asari sendiri telah dipanggil untuk dimintai keterangannya terkait ucapannya tersebut. Hingga berita ini diturunkan, Penyidik masih mengundang beberapa saksi tambahan dari Desa Sebelei untuk melengkapi BAP sebelum dilakukan gelar perkara dan penetapan tersangka. (Sul)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *