Tarif BRILink di Pulau Gebe Membengkak, Warga Geram Minta BRI dan Pemda Hentikan “Pungutan Mencekik”

oplus_0

HALTENG — Keluhan warga Pulau Gebe terkait mahalnya biaya transaksi agen BRILink kembali mencuat dan memicu keresahan. Tarif pengiriman uang yang dipatok sejumlah agen dinilai tidak masuk akal, bahkan dianggap “mencekik”, terutama bagi masyarakat yang bergantung pada layanan tersebut di tengah minimnya akses perbankan di wilayah kepulauan.

Sebagai mitra resmi bank, agen BRILink memang diperbolehkan memungut biaya layanan. Namun di lapangan, warga mengaku besaran biaya yang diterapkan jauh melampaui biaya administrasi perbankan pada umumnya. Kondisi geografis Pulau Gebe yang terisolasi semakin mempersempit pilihan masyarakat sehingga mereka terpaksa menerima tarif tinggi tersebut.

Warga mendesak BRI tidak tinggal diam.

Mereka meminta bank melakukan penertiban terhadap agen yang diduga menetapkan biaya di luar kewajaran. Pengawasan rutin, evaluasi standar tarif, hingga penyediaan alternatif layanan termasuk digital banking apabila jaringan memungkinkan menjadi tuntutan utama masyarakat.

Desakan juga dialamatkan kepada Pemerintah Daerah. Warga meminta Pemda segera menghadirkan fasilitas dasar seperti ATM di Kecamatan Pulau Gebe agar masyarakat tidak terus bergantung pada agen BRILink. “Harga sembako dan pakaian di sini sudah mahal. Ditambah ongkos transaksi yang mencekik, kami makin terjepit. Kami bukan orang kaya yang mampu bayar semua ini,” keluh seorang warga usai melakukan transfer, Kamis (4/12/2025).

Ia mengungkapkan, untuk pengiriman uang sebesar Rp200 ribu hingga Rp300 ribu, warga harus membayar ongkos transaksi mencapai Rp20 ribu, padahal potongan transaksi resmi hanya Rp2.500. “Ini harus menjadi perhatian serius pemerintah daerah dan BRI,” tegasnya.

Keluhan ini kembali menegaskan bahwa akses perbankan yang adil, murah, dan terjangkau adalah hak seluruh warga negara, termasuk mereka yang tinggal di pulau-pulau terluar. (Odhe/Red)

IMG-20251219-WA0016
IMG-20251219-WA0016
previous arrow
next arrow

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *