Warga Halteng Tak Nyaman Lagi Tilang Malam dan Kejar-kejaran

Penulis : Odhe
Editor : Redaksi

HALTENG, Teropongmalut.com – Warga masyarakat Kabupaten Halmahera Tengah berharap kepada Kapolda Maluku Utara agar melarang anggota Polisi Lalu Lintas yang melakukan penilangan dengan cara kejar-kejaran seperti aktor film-film terhadap warga masyarakat yang melanggar saat mengendarai sepeda motor.

“Kami warga masyarakat merasa tak nyaman lagi dengan sikap penilangan oknum anggota polisi lalulintas yang mengejar pengendara motor sampai ke lorong-lorong pemukiman warga. Untuk wilayah Halteng sendiri oknum anggota polisi lalulintas sering melakukan pengejaran dan langsung tilang ditempat.

Mestinya oknum anggota polisi lalulintas harus menjaga nama baik institusi Polri dan kepercayaan masyarakat, bukan menambah meresahkan masyarakat,” ungkap Dion salah satu pengendara yang ditilang anggota polantas belum lama ini.

Dion mengaku bahwa Kapolda Malut juga harus sering berkunjung tanpa diketahui anggotanya di setiap daerah guna memastikan kinerja mereka yang diduga sudah melanggar aturan dan perundang-undangan yang berlaku. “Polisi saja sudah melanggar aturan apa lagi masyarakat awam seperti kami,” kesalnya.

Mestinya polisi juga mengacu pada aturan dan perundang-undangan yang berlaku, apakah aksi saling kejar-kejaran ini masuk dalam aturan lalulintas. Jika ada, kalau warga yang dikejar mengalami kecelakaan siapa yang bertanggung jawab, apakah polantas atau siapa,” tanya Dion.

“Jika ada warga yang melanggar tak perlu dikejar sampai masuk ke lorong-lorong, tidak perlu, kalau terjadi kecelakaan baik polisi maupun pelanggar tersebut ini ceritanya akan lain lagi. Jika ada pelanggar seperti itu dibiarkan saja, suatu saat pasti akan ketangkap juga. Mestinya Polisi khususnya jajaran Polda Malut harus melakukan pelayanan terbaik bagi masyarakat. Sehingga masyarakat bisa nyaman dan selalu percaya pada Polisi,” terang Dion lagi.

Dion menambahkan bapak Kapolda harus mempertanyakan kepada anggota polisi yang sejauh ini menilang tanpa surat tilang tetapi biaya tilang telah diserahkan pelanggar kepada oknum anggota polisi lalulintas tersebut, malam pula tanpa surat perintah, apakah itu bukan melanggar pak,” ujarnya.

Apakah menilang tanpa menaruh plang tidak melanggar aturan dan perundang-undangan yang berlaku. Jadi jangan hanya melihat kesalahan dan pelanggaran masyarakat tetapi polisi juga manusia biasa seperti masyarakat, saya yakin polisi juga pasti berbuat salah, apa lagi melanggar banyak pak,” tutupnya.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *