Warna Kaos Amal Bhakti Kemenag ke-78 Morotai Mirip Salah Satu Calon Capres 2024

Morotai. Teropong Malut, – Kepala Kantor Wilayah Kementerian Agama Provinsi Maluku Utara, Drs. H. Amar Manaf M.Si, angkat bicara terkait polemik warna kaos Amal Bakti ke-78 tahun yang dianggap mirip atribut salah satu calon presiden dan wakil presiden Republik Indonesia. Warna kaos tersebut menjadi viral di berbagai grup WhatsApp dan postingan akun Facebook yang mendapat berbagai tanggapan netizen. Minggu, (31/12/23).

“Hari Amal Bakti ke-78 tahun insya Allah diselenggarakan secara serempak seluruh jajaran lingkungan Kementerian Agama dari pusat sampai daerah pada 3 Januari 2024. Harapannya agar para Kepala Kementerian Agama Kabupaten dan Kota dapat mensukseskan amal bakti ke-78 tahun,” ujar

H. Amar melalui chat WhatsApp. H. Amar menegaskan bahwa kaos tersebut wajib dipakai seluruh pegawai lingkungan Kementerian Agama pada saat acara puncak Hari Amal Bakti 3 Januari 2024. Dia membantah bahwa warna kaos tersebut ada hubungannya dengan atribut salah satu calon presiden Republik Indonesia 2024.

“Kaos itu sudah sesuai dengan logo amal bakti Kementerian Agama. Tidak ada keterkaitan dengan salah satu calon presiden atau kepentingan politik apapun. Kementerian Agama sebagai institusi yang mengurus kepentingan keagamaan, bukan untuk mengurus kepentingan politik pragmatis. Institusi Kementerian Agama bukan institusi partai politik,” tegas H. Amar.

Selain itu, H. Amar juga menjelaskan soal surat edaran ucapan Natal dan Tahun Baru yang dikeluarkan Pendis dan Bima Islam Kakanwil Maluku Utara. Menurutnya, surat edaran tersebut wajib karena atas dasar perintah institusi. Para Kepala Sekolah MTs, MIN, Aliyah, Dewan Guru, dan Kepala Kementerian Agama Kabupaten dan Kota wajib memasang baliho ucapan Natal dan Tahun Baru sebagai bentuk saling menghormati, menghargai, keharmonisan, dan kerukunan antar umat beragama di Maluku Utara.

“Dalam hubungan interaksi sosial, menghargai perbedaan umat beragama itu suatu keniscayaan. Misalnya, setiap momentum Idul Fitri maupun Idul Adha, saudara-saudara dari umat Kristiani banyak memberikan ucapan Selamat Idul Fitri, Idul Adha. Jadi, soal ucapan Natal dan Tahun Baru tidak perlu diperdebatkan, dipersoalkan, dan dibesar-besarkan, karena ini adalah bentuk penghormatan toleransi antar umat beragama di provinsi Maluku Utara,” pungkas H. Amar. (Ts/red)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *