HALSEL — Ancaman pembunuhan dialami wartawan saat menjalankan tugas jurnalistik dalam peliputan sengketa tambang emas di Desa Anggai, Kecamatan Obi, Kabupaten Halmahera Selatan.
Korban adalah Rusdi Malan, Kepala Perwakilan Maluku Utara media online Kompas News, yang diancam oleh tiga bersaudara, yakni Rudin Moloku, Musa Moloku, dan Ridwan Moloku, saat meliput konflik kepemilikan lubang galian emas, Kamis (29/01/2026) sekitar pukul 18.00 WIT di lokasi tromol.
Rusdi menjelaskan, sengketa bermula dari lubang galian emas milik Haniati Labani yang telah dijual secara sah kepada Lili Dang Manapi. Namun, setelah transaksi tersebut, mantan suami Haniati, Leonardo Khan, bersama ketiga bersaudara itu menguasai dan mengklaim lokasi tambang.
Saat melakukan peliputan bersama sejumlah wartawan, Rusdi mengaku diintimidasi dan diancam akan dibunuh karena dianggap mencampuri persoalan sengketa tersebut.
“Mereka tidak terima dengan peliputan kami dan mengancam akan membunuh saya jika terus mengikuti proses penyelesaian sengketa ini,” ujar Rusdi melalui sambungan telepon.
Ancaman paling keras disampaikan oleh Musa Moloku, yang secara terbuka melontarkan kalimat bernada pembunuhan terhadap Rusdi dan keluarganya.
Peristiwa pengancaman itu disaksikan langsung oleh Nurdiana dan Novita (wartawan Kuytanda.com) serta Ketua LSM KANE Malut, Risal Sangaji.
Atas kejadian tersebut, Rusdi menegaskan akan melaporkan kasus pengancaman ini ke Polsek Obi, karena dinilai sebagai tindak pidana serius dan ancaman nyata terhadap kebebasan pers. (Tim/Red)










