Wilayah Industri Saat Ini di Juluki Sebagai Wilayah “Kumpul Kebo”

Penulis : Odhe
Editor : Redaksi

HALTENG, Teropongmalut.com – Belakangan ini berbagai keluhan dan informasi yang diperoleh media oleh dan dari sejumlah warga (istri) dan (suami) orang yang mengabarkan pasangannya pergi serta di rebut oleh yang bukan muhrim dan mahramnya. Hal ini terjadi akibat dampak terbukanya investasi asing yang bercokol di Kecamatan Weda Tengah, Weda Utara Kabupaten Halmahera Tengah Provinsi Maluku Utara.

“Wilayah ini suatu saat akan dibinasakan oleh sang pencipta alam semesta ini karena sesungguhnya para pemerintah dan warga masyarakat khususnya pemilik rumah kosan dinilai hanya memikirkan pendapatan dan keuntungan belaka tanpa memikirkan nahi munkar yang suatu saat dimurka olah sang pencipta alam semesta ini,” kesal beberapa warga yang ditinggal pergi oleh pasangannya dan memilih mengurung diri dengan selingkuhannya.

Sejumlah warga ini pun meluapkan kekecewaan dan kekesalan mereka terhadap para pimpinan desa dan wilayah serta Instansi sekaligus organisasi masyarakat (ormas) yang dinilai lalai menertibkan untuk membersihkan segala tindak kejahatan dan kemaksiatan yang marak terjadi di wilayah industri ini.

“Sepertinya warga masyarakat khususnya karyawan yang menempati wilayah industri ini berkisar 98 persen “Kumpul Kebo” Kohabitasi atau kumpul kebo adalah hidup bersama seperti suami istri diluar pernikahan. Istilah kumpul kebo umumnya digunakan saat dua orang belum menikah hidup bersama dan terlibat dalam hubungan romantis atau intim. Mereka biasanya melakukan hubungan seksual diluar pernikahan dalam jangka panjang atau permanen,” beber beberapa warga bernasib sial tersebut.

Mereka menilai sejauh ini tak ada action dari warga masyarakat dan pemerintah setempat. Padahal mereka tak sadari ketika sang pencipta murka maka yang tak bersalah pun ikut korban dalam kemurkaan itu,” tandas warga ini kepada media Sabtu, tanggal 22 Juli 2023 pagi tadi di Kedai Katu Bunda EL depan Taman Kota Weda di desa Fidi Jaya Kecamatan Weda Kabupaten Halmahera Tengah.

Meskipun hati kami luka dan tersakiti namun kami masih berharap kepada pemerintah dan pihak lainnya setelah membaca luapan kekecewaan dan kekesalan melalui media pada hari Sabtu tanggal 22 Juli 2023 ini agar segera melakukan penyelamatan umat di wilayah industri tersebut sebelum sang pencipta alam semesta ini murka pada umatnya secara keseluruhan. Sebab, kejahatan dan kemungkaran terpantau tak dapat terbendung lagi di wilayah ini. Sangat marak dan jelas nyata,” jelas mereka.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *