Tidore-TeropongMalut.com,Tarian Togal merupakan salah satu tarian suku makian di Provinsi Maluku Utara yang sudah menjadi identitas suku Makian yang dirawat sejak para leluhur dulu hingga di jaman moderen saat ini.
Menurut legenda, keluarga besar Makayoa dipisahkan akibat letusan gunung merapi Kie Besi. Namun Makeang dan Kayoa pada dasarnya memiliki tradisi budaya dan adat istiadat yang sama yang sampai saat ini masih terpelihara dengan baik.
Keluarga besar suku Makeang dan Kayoa di kota Tidore kepulauan saat ini telah membentuk perkumpulan yang kemudian di beri nama Makayoa, yang artinya baku cari, bermakna Mencari keluarga dan menyatukan. , dengan visi mode tapso yang artinya mari kita bersatu, hal ini merupakan semangat bangkit untuk mewujudkan rasa kebersamaan sesama warga, baik sesama warga Kota Tidore umumnya dan lebih hususnya warga Makeang dan Kayoa itu sendiri.
Perlu diketaui bahwa, ajang pertandingan sepak bola yang di selenggarakkan oleh pemuda dan pemudi di kelurahan Dokiri kecamatan Tidore Selatan baru-baru ini diikuti juga oleh Kerukunan Makayoa berpartisipasi dengan menghadirkan tarian Togal dan mendaftarkan satu keseblasan sepak bola dengan nama keseblasan Makayoa FC.
Pada Kamis 10/02/2022 kemarin, Kerukunan Makayoa Kota Tidore Kepulauan kembali hadir dengan tarian togalnya untuk ikut memeriahkan kegiatan kepemudaan “street football”, sekaligus pelantikan ketua pemuda yang bertempat di Kelurahan Indonesiana RT/001.RW/001 Kecamatan Tidore, Kota Tidore Kepulauan.
Tokoh Makayoa Iskandar Halil kepada media ini menuturkan, bahwa upaya untuk menjaga persatuan antar sesama warga terus dilakukan, termasuk salah satu program unggulan yang di sasar keluarga besar Makayoa Kota Tidore Kepulauan, guna menjalin silaturahmi dengan semangat solidaritas dan rasa persaudaraan hususnya di Kota Tidore.
Lanjut Iskandar Halil, Persatuan harus terus diperjuangkan dengan menghargai perbedaan, menjaga toleransi, dengan senantiasa memiliki perbuatan, ucapan, pikiran yang didasari cinta kasih, saling berbagi serta menjaga rasa kekeluargaan yang tinggi.
Makayoa sebagai wadah paguyuban terhimpunnya warga Makeang Kayoa diperantauan baik dalam wilayah Provinsi Maluku Utara maupun di luar Provinsi Maluku Utara dengan tujuan membangun silaturrahim sesama warga makayoa untuk saling kenal antara satu dengan yang lain dengan harapan menjaga dan merawat tradisi sebagai kearifan lokal daerah dan selalu menjunjung tinggi adat se atoran. (Ulis/red)














