Ternate, Teropongmalut.com – Mendorong – Peningkatan pendidikan, perokonomiaan dan kegiatan sosial (kemanusiaan) di Kota Ternate. Ketua Yayasan BKM Almunawar, Muksin Saleh Abubakar menggelar pertemuaan silahturahmi dan diskusi bersama tokoh masyarakat(tomas), tokoh agama (toga) dan tokoh pemuda(toda) dengan tema #bacarita umat# yang di laksanakan di Kecamatan Ternate Selatan pada Selasa kemarin (5/2/2019) yang bertujuaan mengedukasi masyarakat atas kondisi sosial di Kota Ternate. (06/02/19).

Muksin Saleh Abubakar (MSA) dalam acara silahturahmi tersebut mengatakan bahwa pihaknya akan menampung masukan-masukan masyarakat atas kondisi objektif terkait pendidikan perokonomian, peluang usaha dan kegiatan sosial lainya yang terjadi di Kota Ternate.
“Saya melaksanakan ini agar menampung usulan-usulan dan masukan masyarakat. sehingga ini dikembangkan dan diusulkan kepada pemerintah dan Dewan Perwakilan Rakyat (DPRD), ” ujarnya kepada sejumla awak media.
Muksin menjelaskan bahwa selaku Bankir BUMN dirinya mencermati pemberiaan stimulus atau pinjaman kepada pelaku usaha hanya di peruntukan kepada pengusaha-pengusaha besar sementara pengusaha kecil dan menengah agak terabaikan dengan alasan kekurangan jaminan pada akhirnya inflasi perkonomiaan Kota Ternate kadang tidak stabil akibat market tidak berimbang dan mengakibatkan tidak beraraturan disebabkan persaingan dunia usaha dimonopoli oleh pengusaha pengusaha berskala besar.
“Pemerintah tidak bisa membiarkan persoalan ini. Maka itu kami akan terus memberikan sosialisasi dan edukasi tentang kiat-kiat bisnis. Insyallah hasil dari pertemuaan ini akan diusulkan kepada pemerintah agar usaha kecil dan menengah (UKM/UMKM ) jangan sampai ditinggalkan oleh pemerintah, ” jelasnya.
Dia menerangkan bahwa dalam dunia pendidikan sampai sejauh ini pemerintah tidak memiliki data soal anak-anak atau generasi bangsa yang putus sekolah maka itu pihaknya akan mengusulkan hal ini kepada pemerintah setempat agar tidak tinggal diam atas persoalan tersebut.
” Ini merupakan satu kegagalan Pemerinta Provinsi dan Kabupaten/Kota yang harus di benahi. Padahal dalam amanat undang-undang anggaran pendidikan itu dialokasikan sebanyak 20% untuk peningkatan mutu pendidikan,” terang Muksin.
Tambah Muksin,dirinya akan usulkan kepada pemerintah agar mendata setiap rumah siswa oleh guru -guru ditiap sekolah. Guru itu harus dibekali biaya operasional dan dana taktis, sehingga para guru ini bisa mengetahui dan mendeteksi siswa yang sudah putus sekolah agar selanjutnya dapat dicarikan solusinya.
“Sementara ini kondisi sosial di Kota Ternate, masih nampak di mata kita ada kesenjangan sosial, seperti orang miskin dilarang sakit. Hal ini mestinya lebih diseriusi oleh pemerintah. APBD itu digunakan untuk kemaslahatan umat, untuk apa kita bernegara kalau orang-orang yang ekonominya lemah jatuh sakit dan membutuhkan biaya pengobatan tidak dilihat pemerintah,” ucapnya.
Lanjutnya dalam pertemuan silahturahmi ini juga membahas persoalan kemanusiaan dan berusaha mencarikan solusi untuk memberikan daya dorong kepada pemerintah.
“Pemerintah yang ada sekarang ini maupun yang akan datang, mari kita melihat antara sesama sebagai umat manusia dengan komitmen satu tubuh sakit maka maka tubuh yang lainpun ikut sakit, “tutup Muksin .(ASM)





















