Reporter : Odhe
Editor : Redaksi
Halteng, TM – Berdasarkan informasi yang diperoleh baik postingan dan aduan yang dilaporkan di meja kepolisian di Kecamatan Weda Tengah adalah kasus perselingkuhan yang mendominasi semua perkara.
Hal ini diungkapkan salah satu korban kepada media ini Jumat, (18/3/2022) pagi tadi yang mengaku suaminya selingkuh dengan wanita lain sehingga suami tak memperdulikan kami lagi. Untuk saat ini saya (istri) bersama anaknya numpang tinggal sama saudaranya di salah satu kosan di desa Fidi Jaya Kecamatan Weda Kabupaten Halmahera Tengah.
Korban juga mengulas awal terjadi perselingkuhan suaminya dengan perempuan perebut laki orang (pelakor) adalah numpang kerja dan alasannya teman sekolah, kuliah bahkan sudara mengaku lama-kelamaan mereka pun jadian lalu berpacaran gelap.
Jadi himbauan saya (korban) kepada wanita dan pria jika suami/istri kalian bekerja pada perusahaan raksasa yang berinvestasi di tanjung Ulie Lelilef Kecamatan Weda Tengah, agar jangan pernah meninggalkan mereka, mengawas dan memata-matai suami/istri kalian dengan jeli.
Karena lanjut dia, kalau lelaki sudah berboncengan dengan seorang perempuan yang bukan muhrimnya maka sangat mustahil kalau mereka tak saling komunikasi. Dari berboncengan dan komunikasi itulah pihak ketiga (syetan) mulai membisikan keduanya,” kisahnya kepada media ini.
Setelah saya renungkan perkara yang menimpa saya ini, terus saya mengintropeksi diri, karena awalnya saya ngotot menyalahkan si perempuan pelakor, dan sudah pasti suami kalian akan menceritakan kebusukan istri wanita idamannya.
Dan disini saya melihat jika keduanya (suami/istri) emosi tak terkendalikan maka Kekerasan Dalam Rumah Tangga (KDRT) bisa terjadi. Karena pernah di ceritakan salah satu anggota bahwa kasus KDRT di Halteng lah yang mendominasi semua perkara.
Dengan perkara ini, saya berniat bekerja untuk masa depan saya dan anak saya, dan saat ini anak saya sudah saya pulangkan dan saya telah di terima bekerja di perusahaan. Dari situlah suami saya mulai cemburu ketika saya melakukan hal yang sama (berboncengan) pergi dan pulang kerja, tetapi saya tak ambil pusing karena dia lebih pilih wanita lain dari pada anak dan istrinya,” ujarnya.
Di akhir kisahnya, korban beranak satu ini pun bilang, jika kalian suami sayang istri kalian, maka jadikan mereka Ibu rumah tangga yang baik, karena jika seorang istri sudah menginginkan suatu pekerjaan maka bisa terjadi kemungkinan,” tutupnya.














