Reporter : Odhe
Editor : Redaktur
HALTENG, Teropongmalut.com – Polda Malut melalui Ditkrimum saat ini telah memeriksa sejumlah saksi atas dugaan praktik kejahatan yang diduga merugikan pihak lain pada program Tol Laut. Dari informasi yang diperoleh bahwa hilangnya tujuh kontener berisi besi diduga terjadi praktik yang tidak sehat pada kubu Perusahaan Bongkar Muat (PBM) Imran Guricci.
Atas sikap tersebut sempat membuat salah satu pengusaha La Boy CV Tamas Berkah merugi sekaligus jengkel dengan praktik diduga dilakukan oleh PBM Imran Guricci bersama oknum-oknum yang mengalihkan muatan besi empat kontener tanpa berkordinasi dengan pihak La Boi.
Demikian disampaikan La Boy Ekpedisi CV Tamas Berkah kepada media ini Sabtu, (28/01/2023) pagi tadi. Muatan besi sebanyak tujuh kontener itu diminta beberapa pemilik kepada kami untuk dimasukan kedalam kontener karena dicurah di dalam kapal feri kemudian sampai di Weda kami yang angkut dan memasukan kedalam kontener.
Namun mirisnya lanjut La Boy muatan tersebut diduga tak divalidasi atas nama Ekspedisi CV Tamas Berkah sehingga muncul masalah karena saat barang besi tersebut kami muat kedalam kontener kami telah berkoordinasi dengan PBM Imran Guricci melalui Subhan selaku orang lapangannya dengan tujuan agar muatan besi sebanyak tujuh kontener itu terdaftar pada PBM Imran Guricci,” sebutnya.
Setelah muatan besi tujuh kontener yang kami muat tak lama kami diminta Pelni untuk berkoordinasi dengan PBM Imran Guricci. Mirisnya, PBM meminta bukti kepada kami, sementara PBM Imran Guricci punya Subhan selaku orang kepercayaan di lapangan. Alasan kami tak memberikan bukti karena Subhan lah selaku orang kepercayaan PBM Imran Guricci dilapangan. “Masa meminta bukti kepada kami, apa gunanya memakai orang kerja dilapangan, inikan aneh,” cetus La Boi.
Begitu kami konfirmasi soal muatan yang kami kirim, ternyata muatan tersebut sudah tervalidasi dengan nama lain. Sehingga kami pun menemui Pelni di Surabaya, kondisinya sudah lain sehingga perihal ini kami laporkan di Ditkrimum Polda Malut.
Hingga saat ini lanjut La Boy, besi yang kami kapalkan tersebut atas nama CV Tamas Berkah masih sebanyak 3 kontener yang belum didapati oleh pemiliknya, sehingga perihal ini dilaporkan ke Polda Malut dan Alhamdulillah sejumlah saksi sudah di periksa bahkan Subhan selaku orang lapangan PBM Imran Guricci.
La Boy mengisahkan bahwa awalnya pemilik barang (besi) kirim lewat kami CV Tamas Berkah dan kami tidak tahu dan tidak di konfirmasi ada oknum yang mengalikan pengiriman barang tersebut ke Ekspedisi Surya Cemerlang.
“Dan oknum yang mengaku barang dia alikan muatan ke expedisi Surya cemerlang Group di luar pengetahuan kami,” tandasnya.














