Reporter : Odhe
Editor : Redaksi
HALSEL, Teropongmalut.com – Terkait dengan Bank Saruma atau BPRS Kabupaten Halmahera Selatan yang menjadi polemik dan viral hingga kini. Bagi Lembaga Swadaya Masyarakat (LSM) Peduli Pembangunan bahwa soal macetnya kredit di BPRS Saruma adalah hal yang biasa dan di semua Bank baik BUMN maupun Bank Swasta sering mengalami perihal yang sama.
Hal ini disampaikan Ketua LSM Peduli Pembangunan Kabupaten Halmahera Selatan, Nasarudin Kausaha kepada media ini Senin, tanggal 19 Juni 2023 siang tadi.
“Saya bukan pro Pemda Halsel, tetapi sahabat mau sampaikan bahwa terkait dengan kredit macet di BPRS Bank Saruma itu masalah yang biasa, dan di semua Ban mau itu Bank Daerah Bank BUMN maupun Bank Swasta dipastikan ada kemacetan kredit. Saya menduga karena Bank Saruma ini adalah milik Pemda Halsel maka langkah-langkah yang diambil oleh Pemda merupakan hal yang sangat tepat,” jelasnya.
Karena langkah-langkah yang dilakukan Pemda Halsel lanjut Ketua LSM Peduli Pembangunan dan Lumbung Informasi Rakyat ((LIRA) ini untuk menyelamatkan masalah kredit macet itu dengan menjaminkan deposito tersebut agar bank tidak dirugikan dan tutup.
“Jadi solusinya saya yakin pasti seluruh aset dari pihak yang melakukan pinjaman ke BPRS tersebut bisa saja sudah dihitung dan akan di jual untuk mengatasi masalah kredit macet tersebut, jadi sebenarnya tidak usah terlalu berpolimik melihat sisi buruknya, kita juga harus melihat dari sisi baiknya juga kalaupun ada masalah dalam pinjaman kredit macet ini kan sekarang sedang di lakukan audit internal oleh inspektorat selaku APIP di daerah dan menggandeng BPKP hasilnya seperti apa kita tunggu saja logikanya tidak mungkin pihak yang melakukan pinjaman kredit ke BPRS Saruma tanpa guna,” tandasnya.
Apa lagi ini soal pinjaman yang besar sehingga yang pasti ada hitungannya, apa bila nanti di jual berarti dapat menutupi nilai kredit yang di ajukan,” tuntas Nasarudin.














