Penjajah Baru Negeri Ini Bernama Kekuasaan

Sebuah kritik keras dari seorang warga negara sekaligus mahasiswa viral di TikTok dan berbagai platform media sosial. Dengan nada lantang dan emosional, ia melontarkan pernyataan yang menampar kesadaran publik, selama ratusan tahun penjajahan Belanda, gunung tidak dihancurkan secara brutal dan sungai tidak diracuni seperti yang terjadi hari ini.

Delapan puluh tahun Indonesia merdeka, namun kerusakan lingkungan justru berlangsung masif dan sistematis. Gunung digunduli tanpa kendali, sungai berubah menjadi saluran limbah, utang negara menggunung, sementara infrastruktur dibangun serampangan hingga roboh sebelum waktunya. Semua ini terjadi bukan di bawah moncong senapan penjajah asing, melainkan di era kekuasaan bangsa sendiri.

Mahasiswa tersebut menegaskan, kehancuran ini bukan warisan penjajahan masa lalu, melainkan hasil dari tangan-tangan serakah hari ini. Hutan diperjualbelikan, tambang digali hingga merobek perut bumi, laut dikeruk tanpa memikirkan nasib nelayan. Di sisi lain, rakyat terus diminta bersabar dan berkorban, sementara elite berdasi hidup nyaman dari penderitaan yang mereka ciptakan.

Ia menyindir keras praktik kemunafikan yang mengatasnamakan nasionalisme, namun pada saat yang sama justru menelanjangi negeri sendiri.

Retorika cinta tanah air dinilai hanya slogan kosong ketika kebijakan yang diambil menghancurkan ruang hidup rakyat dan masa depan generasi berikutnya.

“Jangan lagi bertanya siapa penjajah negeri ini,” tegasnya. “Penjajah bukan Belanda, melainkan para pengkhianat yang bersembunyi di balik jabatan, menggerogoti bangsanya sendiri.”

Tulisan ini menjadi tamparan keras bagi kekuasaan dan sekaligus alarm bagi publik, bahwa kemerdekaan sejati bukan hanya bebas dari penjajah asing, tetapi juga dari keserakahan penguasa yang menghisap negerinya sendiri. ****

IMG-20260420-WA0020
previous arrow
next arrow
IMG-20260423-WA0117
previous arrow
next arrow
images - 2026-04-22T235051.720
previous arrow
next arrow
FB_IMG_1776869755543
previous arrow
next arrow

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *