Pergi Cari Udang, Pulang Tinggal Nama: Mahasiswa Unipas Morotai Tewas Terseret Banjir

Morotai – TeropongMalut.com — Hujan deras yang mengguyur Morotai Selatan pada Senin (15/12/2025) berubah menjadi duka mendalam bagi keluarga di Desa Sabatai Tua. Seorang pemuda berusia 20 tahun, Dandi Beu Beu, mahasiswa Universitas Pasifik Morotai, ditemukan meninggal dunia setelah terseret arus banjir saat menyeberangi sungai.

Pagi itu, Dandi bersama tujuh rekannya berangkat ke sungai dengan niat sederhana: mencari udang untuk kebutuhan sehari-hari. Tak ada yang menyangka, aktivitas rutin itu menjadi perjalanan terakhir dalam hidupnya. Hujan yang terus turun membuat air sungai meluap dengan cepat dan arus berubah ganas.

Menurut keterangan Kepala Desa Sabatai Tua, Dandi sempat berusaha menyeberangi sungai seorang diri. Namun derasnya arus banjir tak mampu dilawan tubuh muda itu. Ia pun terseret dan menghilang di balik arus cokelat yang meluap.

“Korban ditemukan sekitar pukul 09.00 WIT dalam keadaan sudah meninggal dunia. Kami semua sangat terpukul,” tutur Kepala Desa dengan nada duka.

Dandi Beu Beu dikenal sebagai mahasiswa semester III Fakultas Teknik, Jurusan Lingkungan, Universitas Pasifik Morotai. Di mata keluarga dan teman-temannya, ia adalah sosok pendiam, rajin, dan penuh harapan untuk masa depan. Kepergiannya yang mendadak menyisakan duka mendalam, tak hanya bagi keluarga, tetapi juga bagi rekan-rekan kampus dan warga desa.

Pemerintah Desa Sabatai Tua pun mengimbau warganya agar lebih berhati-hati, terutama saat cuaca buruk melanda wilayah tersebut.

“Kalau hujan deras dan air sungai naik, sebaiknya warga tidak memaksakan diri ke kebun, ke sungai, atau melaut. Nyawa jauh lebih berharga,” tegas Kepala Desa.

Di tengah suasana duka, doa mengalir untuk almarhum. Pemerintah desa dan masyarakat setempat menyampaikan belasungkawa yang mendalam.

“Semoga almarhum Dandi Beu Beu mendapat tempat terbaik di sisi Allah SWT, dan keluarga yang ditinggalkan diberi kekuatan serta ketabahan,” tutup Kepala Desa.

Sungai yang pagi itu dilalui Dandi kini kembali tenang. Namun luka di hati keluarga dan warga Sabatai Tua akan dikenang lama, sebagai pengingat bahwa alam tak pernah bisa diremehkan, dan kewaspadaan adalah kunci keselamatan.

(Red: Taufik Sibua)

IMG-20260420-WA0020
previous arrow
next arrow
IMG-20260423-WA0117
previous arrow
next arrow
images - 2026-04-22T235051.720
previous arrow
next arrow
FB_IMG_1776869755543
previous arrow
next arrow

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *