HALTENG Proyek bendungan irigasi yang dikelola Balai Wilayah Sungai (BWS) Maluku Utara menuai sorotan tajam. Proyek bernilai miliaran rupiah yang bersumber dari APBN Tahun Anggaran 2025 itu diduga bermasalah sejak tahap awal pelaksanaan.
Berdasarkan temuan di lapangan, proyek yang berlokasi di Desa Lembah Asri Kecamatan Weda Selatan Kabupaten Halmahera Tengah ternyata dikerjakan di atas lahan yang masih disengketakan dengan warga. Akibatnya, pekerjaan fisik sempat terhenti karena persoalan pembayaran lahan sepanjang kurang lebih 88 meter yang belum tuntas.
Tak hanya itu, kualitas pekerjaan juga dipertanyakan. Proyek tersebut diduga menggunakan material kapur baru yang dinilai tidak memenuhi standar teknis konstruksi irigasi, sehingga berpotensi menurunkan mutu dan daya tahan bangunan.
Pelanggaran serius juga ditemukan pada aspek keselamatan kerja. Para pekerja di lokasi proyek terpantau tidak menggunakan Alat Pelindung Diri (APD) sesuai standar Keselamatan dan Kesehatan Kerja (K3), seperti helm, rompi, dan sepatu pelindung. Padahal, penerapan K3 merupakan kewajiban mutlak guna mencegah kecelakaan kerja dan kerugian material.
Lebih jauh, proyek ini diduga dikerjakan oleh pihak ketiga yang disebut-sebut memiliki kedekatan dengan Kepala BWS Maluku Utara. Dugaan tersebut memperkuat indikasi adanya konflik kepentingan dalam pelaksanaan proyek strategis negara ini.
Selain persoalan lahan, pekerjaan fisik juga disinyalir tidak sesuai volume kontrak. Hingga batas waktu pelaksanaan, panjang pekerjaan disebut belum mencapai target 88 meter sebagaimana direncanakan.
Pengawas proyek, Muhlis Ibrahim, yang ditemui awak media di lokasi beberapa waktu lalu, mengakui adanya kendala di lapangan akibat sengketa lahan. Ia menyatakan pihaknya menargetkan persoalan tersebut dapat segera diselesaikan agar pekerjaan dapat dilanjutkan.
Hingga berita ini diterbitkan, awak media masih berupaya melakukan konfirmasi kepada pihak Balai Wilayah Sungai Maluku Utara terkait dugaan pelanggaran, kualitas pekerjaan, serta keterlibatan pihak ketiga dalam proyek irigasi tersebut. (Tim/Red)

















