Hutan Halmahera Dijarah Terbuka, Mafia Kayu Diduga Dilindungi Oknum Aparat

HALTENG — Pembalakan liar dan bisnis kayu olahan ilegal di daratan Halmahera kian tak terkendali. Praktik perusakan hutan berlangsung terang-terangan tanpa rasa takut. Dugaan keterlibatan oknum aparat penegak hukum membuat para pelaku seolah kebal terhadap jerat hukum.

Aktivitas ilegal terjadi dari hulu hingga hilir, penebangan tanpa izin di kawasan hutan, pengolahan kayu ilegal, hingga distribusi ke berbagai daerah. Jaringan mafia kayu diduga beroperasi secara terorganisir dan sistematis, sementara penindakan tegas tak kunjung terlihat meski kerusakan hutan terus meluas dari tahun ke tahun.

Situasi ini memunculkan pertanyaan serius tentang fungsi pengawasan dan penegakan hukum. Dugaan pembiaran bahkan keterlibatan oknum aparat memperkuat kesan adanya perlindungan terhadap praktik ilegal tersebut. Akibatnya, pelaku tetap leluasa beroperasi.

Dampaknya tidak hanya pada hilangnya tutupan hutan, tetapi juga membengkaknya kerugian negara, rusaknya ekosistem, serta merosotnya kepercayaan publik terhadap institusi penegak hukum. Desakan evaluasi menyeluruh terhadap aparat dan penanganan kejahatan kehutanan pun menguat.

Kasus ini bukan sekadar persoalan kayu ilegal, melainkan ujian nyata bagi supremasi hukum dan komitmen negara dalam melindungi hutan yang tersisa. Tanpa tindakan tegas dan transparan, praktik serupa dikhawatirkan akan terus berulang. ****

IMG-20260525-WA0024
previous arrow
next arrow
IMG-20260524-WA0021
previous arrow
next arrow
IMG-20260525-WA0027
previous arrow
next arrow

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *