Sofifi-TeropongMalut.com, Upaya penanganan dampak gempa bumi berkekuatan 7,6 Skala Richter yang mengguncang wilayah Provinsi Maluku Utara terus dilakukan oleh pemerintah daerah bersama tim gabungan. Berdasarkan laporan terbaru dari Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Provinsi Maluku Utara, hingga Kamis (2/4), proses evakuasi dan pendataan korban masih berlangsung di sejumlah wilayah terdampak.
Kepala BPBD Provinsi Maluku Utara Febhy Alting, menyampaikan bahwa gempa yang terjadi pada hari kamis pagi telah menyebabkan kerusakan pada sejumlah infrastruktur, termasuk rumah warga, fasilitas umum di beberapa daerah.
Tim reaksi cepat telah dikerahkan untuk melakukan asesmen lapangan dan memastikan kebutuhan mendesak masyarakat dapat segera terpenuhi.
“Kami fokus pada penyelamatan warga, penanganan korban, serta distribusi bantuan logistik seperti makanan, air bersih, dan obat-obatan,” ujar Kaban BPBD Maluku Utara dalam keterangannya.
Sejumlah titik pengungsian telah didirikan untuk menampung warga yang rumahnya mengalami kerusakan berat maupun yang memilih mengungsi demi keamanan. Selain itu, layanan kesehatan darurat juga telah disiagakan guna menangani korban luka.
Hingga saat ini, data korban masih terus diperbarui. BPBD mengimbau masyarakat untuk tetap waspada terhadap potensi gempa susulan dan mengikuti arahan dari petugas di lapangan.
Pemerintah Provinsi Maluku Utara juga terus berkoordinasi dengan pemerintah pusat serta instansi terkait guna mempercepat proses penanganan dan pemulihan pascabencana.
Masyarakat diharapkan tidak mudah terpancing oleh informasi yang belum jelas kebenarannya dan selalu mengacu pada informasi resmi dari pemerintah. (Tim/red)















