Reporter : Odhe
Editor : Redaktur
HALTENG, Teropongmalut.com – Rotasi pejabat di Internal kepolisian republik Indonesia merupakan hak mutlak. Namun, hadirnya sosok pemimpin kepolisian resort (Polres) Halteng yang baru menjabat ini kembali ditolak warga Lelilef Kecamatan Weda Tengah Kabupaten Halmahera Tengah.
Hal ini terjadi diduga berkaitan dengan penanganan kasus saling serang antar kelompok pemuda Sawai dan Ambon belum lama ini. Sehingga nyaris sejumlah spanduk bertulisan penolakan kehadiran Kapolres Halteng yang baru dibentangkan di jalan raya. “Kapolda Malut diminta copot Kapolres Halteng karena tidak mampu menyelesaikan perkara”.
Aksi yang di lakukan warga Kota Industri yang merupakan suku Sawai ini Sabtu, (22/01/2023) karena dinilai tidak mampu menyelesaikan perkara sehingga warga Lelilef Kecamatan Weda Tengah melakukan aksi demontrasi sekaligus membentangkan spanduk penolakan Kapolres Halteng yang baru menjabat di wilayah industri ini yakni Halteng.
Tak hanya itu, warga pun mendesak kepada Kapolres Halteng agar mengembalikan sudara-sudara kami yang ditahan yang di polres Halteng.
“Kedua pihak yakni Ambon dan Sawai sudah berdamai dengan proses administrasi terpenuhi dalam kesepakatan perdamaian itu. Kordinator aksi Kasim Abdullah juga bilang dua pihak ini meminta agar masalah ini ditempuh jalur kekeluargaan guna kenyamanan desa Lelilef Sawai, Lelilef Woebulen dan sekitarnya.
Terkait perihal itu, Kapolres Halteng AKBP Faidil Zikri S.IK dikonfirmasi via pesan Watshapp Senin, (23/01/2023) siang tadi. Namun belum memberikan tanggapan hingga berita ini ditayangkan pada pukul 14.38 WIT.














