Reporter : Odhe
Editor : Redaktur
Halteng, Teropong malut.com – Pembangunan proyek infrastruktur jalan di Transmigrasi Kobe dan Waleh Kabupaten Halmahera Tengah Provinsi Maluku Utara kerap mengabaikan keselamatan pengguna jalan.
Padahal, keselamatan pengguna jalan merupakan tanggung jawab bersama antara masyarakat, penegak hukum, pemerintah daerah, dan kontraktor proyek pembangunan itu sendiri.
Keluhan pengguna jalan dan amatan media ini terbukti bahwa pihak kontraktor PT Intim Kara dinilai mengabaikan keselamatan pengguna jalan di Transmigrasi Kobe Kecamatan Weda Tengah dan PT Buli Bangun mengabaikan keselamatan pengguna jalan di tikungan desa Yeke Kecamatan Weda Utara Kabupaten Halmahera Tengah.
Atas kelalaian pihak kontraktor jalan PT Buli Bangun ini, Hadun Amir warga desa Waleh ini mengaku kesal dengan sikap kontraktor jalan di Kecamatan Weda Utara, karena menurutnya nyawa warga dalam terancam kecelakaan lalu lintas.
Menurutnya, penyebab utama kecelakaan akibat kelalaian pihak kontraktor jalan karena matrial batu krikil yang dibiarkan tercecer di atas badan jalan aspal tepat di jalan tikungan,” kesalnya.
Atas keluhan pengguna jalan soal matrial krikil (koral) yang tercecer diatas badan jalan yang mengancam keselamatan kerja dan kesehatan ini, pihak kontraktor dinilai mengabaikan hal itu meskipun sudah dikonfirmasi media ini kepada kedua pihak kontraktor ini yakni PT Intim Kara dan PT Buli Bangun baru-baru ini.
















