Reporter : Odhe
Editor : Redaksi
HALTENG, Teropongmalut.com – Penjabat (Pj) Bupati Halteng, Ir. Ikram Malan Sangadji kepada media ini Selasa,(14/03/2023) siang tadi mengaku pada hari Kamis, (16/03/2023) nanti Pemkab Halteng bersama PT IWIP bakal melakukan penanaman pohon mangrove di desa Messa Kecamatan Weda Timur Kabupaten Halmahera Tengah Provinsi Maluku Utara (Malut).
Tujuan penanaman mangrove lanjut Bupati, untuk mengatasi pasang surut air yang setiap hari yang berarti sebagian besar mangrove kebanjiran setidaknya dua kali sehari. Hutan mangrove kata Bupati, dapat menstabilkan garis pantai, mengurangi erosi dari gelombang badai, arus, ombak, dan pasang surut air. Sistem akar mangrove yang rumit juga membuat hutan mangrove menarik bagi ikan dan organisme lain yang mencari makanan dan berlindung dari predator,” terangnya.
Untuk itu ungkap Bupati, sediakan dan jaga keanekaragaman hayati dengan sasaran manfaat hutan mangrove yang amat penting dan jarang diketahui yaitu menyediakan dan menjaga keanekaragaman hayati. Menjadi rumah bagi berbagai spesies yang luar biasa, hutan mangrove adalah hotspot keanekaragaman hayati. Hutan tersebut menyediakan habitat bersarang dan berkembang biak bagi ikan dan kerang, burung migran, dan penyu,” ujarnya.
Manfaat hutan mangrove berikutnya yakni sebagai mata pencaharian masyarakat pedesaan di sekitar laut umumnya bekerja sebagai nelayan dan petani yang bergantung pada lingkungan alam untuk menafkahi keluarga mereka. Ekosistem mangrove yang sehat berarti perikanan yang sehat untuk memancing, dan lahan yang sehat untuk bercocok tanam. Jika hutan mangrove terancam punah, maka itu akan berakibat hal yang sama bagi ikan-ikan yang berlindung di bawahnya, maka secara langsung akan berdampak pada nelayan dan petani,” ucapnya.
Tak hanya itu, manfaat hutan mangrove sangat penting untuk menjaga kualitas air. Dengan jaringan akar yang padat dan vegetasi di sekitarnya, mereka menyaring dan menjebak sedimen, logam berat, dan polutan lainnya. Sekaligus memiliki kemampuan untuk menahan sedimen yang mengalir dari hulu mencegah kontaminasi saluran air hilir dan melindungi habitat sensitif seperti terumbu karang dan padang lamun di bawahnya.
Manfaat penanaman mangrove dilakukan guna mempertahankan pantai bagi masyarakat pesisir. Mereka menstabilkan garis pantai dengan memperlambat erosi dan menyediakan penghalang alami yang melindungi komunitas pesisir dari peningkatan gelombang badai, banjir, dan angin topan. Hutan mangrove yang kuat merupakan perlindungan alami bagi masyarakat yang rentan terhadap kenaikan permukaan laut dan kejadian cuaca yang lebih intens dan sering yang disebabkan oleh perubahan iklim.
Manfaat hutan mangrove juga dapat “menyerap karbon dengan kecepatan dua hingga empat kali lebih besar dari hutan tropis dewasa dan menyimpan tiga hingga lima kali lebih banyak karbon per area setara dari pada hutan tropis”. Ini berarti bahwa melestarikan dan memulihkan hutan mangrove sangat penting untuk memerangi perubahan iklim, pemanasan iklim global yang dipicu oleh peningkatan emisi karbon, yang telah menimbulkan dampak bencana bagi masyarakat. Di saat yang sama, hutan mangrove rentan terhadap perubahan iklim karena kenaikan permukaan laut mendorong ekosistem ke daratan,” tukas Bupati.
Selain mengonsumsi ikan dan kerang dari hutan mangrove lanjut Bupati, masyarakat secara historis menggunakan kayu mangrove dan ekstrak lainnya untuk keperluan bangunan dan pengobatan. Potensi mereka sebagai sumber bahan biologis baru, seperti senyawa anti bakteri dan gen tahan hama, sebagian besar masih belum ditemukan. Mangrove mewakili kurang dari 0,4% hutan dunia, tetapi menghilang tiga hingga lima kali lebih cepat dari pada hutan secara keseluruhan.
Hutan mangrove yang utuh dan sehat memiliki potensi yang belum tergali untuk inisiatif penghasil pendapatan yang berkelanjutan termasuk ekowisata, olah raga memancing, dan kegiatan rekreasi lainnya.
Rumpun mangrove yang menopang dataran lumpur pasang surut juga menyediakan zona penyangga yang melindungi tanah dari kerusakan akibat angin dan gelombang. Tempat-tempat mangrove ditebang untuk tambak udang jauh lebih rentan terhadap badai siklon dan gelombang pasang yang merusak,” tutupnya.














