HALTENG, Teropongmalut.com – Sepertinya kinerja Bendahara Keuangan Daerah Pemkab Halteng Pak Marwan dinilai tak lagi netralitas dalam pengelolaan keuangan daerah.
Buktinya, sejauh ini sejumlah pihak baik pihak kontraktor dan pemerintah desa selalu mengejar-ngejar soal pencairan dana. Namun, Pak Marwan selalu menghindar, bahkan dirinya selalu menghindar saat di hubungi via telpon genggam.
Hal ini disampaikan sejumlah pihak bahwa sejauh ini Pak Marwan tak becus lagi dalam pengelolaan keuangan daerah. Banyangkan saja, sisa upah sejumlah proyek dan ADD hingga kini tak dicairkan oleh Bendahara Keuangan, ada apa.
“Kalau so tarada doi atau kas daerah sedang kosong minimalnya memberikan klarifikasi agar diketahui, tong telpon-telpon saja me so tara gubris itu bagimana,” kesal sejumlah pihak kepada media ini Kamis, (29/12/2022) sore tadi.
Terkait dengan perihal diatas dan sering mengabaikan komunikasi para kontraktor dan para Kades sehingga para wakil rakyat anggota DPRD Halteng ini menemui Pak Marwan di ruang kerjanya. Namun, informasi yang diperoleh Pak Marwan yang merupakan Bendahara Keuangan Daerah Pemkab Halteng ini dikabarkan kabur alias menghindar dari kehadiran wakil rakyat.
Sehingga salah satu anggota DPRD Halteng fraksi Partai NasDem mengamuk di ruang kantor BPKAD alias keuangan daerah siang tadi.
Berdasarkan informasi yang di peroleh bahwa kinerja Pak Marwan diduga berpotensi KKN, karena pihak DPRD Halteng mendapat berbagai keluhan soal pemotongan saat sejumlah pihak melakukan pencarian dana. Pemotongan dana yang dikabarkan tersebut dibilang bervariasi. Atas kabar tersebut, para wakil rakyat mendatangi kantor Keuangan Daerah untuk meminta klarifikasi atas aduan yang diterima.
Terpisah Pak Marwan saat di hubungi media ini nomor kontaknya diluar jangkauan. Tak hanya itu, dikonfirmasi via pesan singkat pun hingga kini belum memberikan keterangan sama sekali hingga berita ini dipublish. (Odhe)














