HALTENG – Bupati Halmahera Tengah Ikram Malan Sangadji melontarkan peringatan keras tanpa kompromi kepada seluruh Aparatur Sipil Negara (ASN) dalam apel pagi, Rabu (15/04/2026). Disiplin bukan lagi sekadar imbauan, melainkan perintah tegas yang wajib dipatuhi dan siap menerima konsekuensi berat.
Di hadapan jajaran pejabat dan ASN, Bupati menyoroti praktik indisipliner yang masih terjadi, terutama kebiasaan meninggalkan tugas sebelum waktunya di tengah penerapan sistem kerja WFA dan WFO. Ia menegaskan, pelanggaran sekecil apa pun tidak akan ditoleransi.
Sanksi keras pun disiapkan. ASN yang terbukti melanggar akan langsung dipangkas Tambahan Penghasilan Pegawai (TPP) hingga 50 persen. Lebih ekstrem lagi, pimpinan OPD yang gagal mengendalikan bawahannya diminta angkat kaki dari jabatan.
“Tak mampu tertibkan pegawai? Mundur atau kami yang copot!” tegas Bupati tanpa basa-basi.
Langkah drastis ini diperkuat dengan rencana pakta integritas yang mengikat langsung pimpinan OPD dengan Bupati. Isinya jelas: gagal menjaga disiplin, siap kehilangan jabatan.
Tak hanya soal internal birokrasi, Bupati juga menyentil keras minimnya kepedulian ASN terhadap bencana di Patani Barat. Saat para kepala desa sudah bergerak membantu, ASN justru dinilai masih pasif dan abai.
Bupati pun mengeluarkan instruksi tegas, seluruh ASN wajib turun langsung ke lokasi terdampak di Banemo dan Sibenpopo pada akhir pekan. Tak ada alasan untuk menolak. ASN laki-laki diarahkan bekerja di lapangan membawa alat pertukangan, sementara ASN perempuan bertugas menyiapkan logistik dan konsumsi.
Instruksi ini menjadi ujian nyata bukan sekadar formalitas untuk membuktikan apakah ASN benar-benar hadir untuk rakyat atau hanya bekerja di balik meja.
Di akhir kegiatan, Bupati juga melakukan rotasi dengan menunjuk Moh. Fitra U. Ali sebagai Plt Kepala BPKAD yang baru, menegaskan bahwa roda pemerintahan harus tetap berjalan tegas, cepat, dan tanpa toleransi bagi yang tidak siap.
Pesan Bupati jelas dan tajam, birokrasi tidak boleh lemah, ASN tidak boleh abai, dan siapa pun yang tidak siap berubah akan tersingkir,” tutupnya. (Odhe/Red)
















