HALTENG – Pascakonflik Sibenpopo–Banemo pada Jumat (3/4/2026), Kepala Dinas Pendidikan Kabupaten Halmahera Tengah, Muksin Ibrahim, menghadirkan pendekatan pendidikan yang meneduhkan, menanamkan kembali rasa aman sekaligus memperkuat ikatan solidaritas di kalangan siswa.
Selama lima hari terakhir, ia menyapa puluhan siswa di Desa Sibenpopo Kecamatan Patani Barat dalam suasana sederhana namun penuh makna. Di bawah rindangnya pepohonan, ruang belajar berubah menjadi ruang berbagi dan tempat cerita, harapan, dan motivasi dituturkan dengan hangat, menyentuh sisi kemanusiaan para pelajar.
Dalam setiap perjumpaan, Muksin menegaskan bahwa pendidikan bukan sekadar proses akademik, melainkan jalan membentuk pribadi yang berpengetahuan, berdaya, dan mampu memberi arti bagi lingkungan sekitarnya. Nilai-nilai itu disampaikan dengan bahasa yang dekat, membumi, dan mudah dipahami siswa.
Pendekatan humanis yang diterapkan tak hanya mengasah intelektual, tetapi juga menumbuhkan karakter. Suasana penuh empati dan kasih sayang dihadirkan untuk memulihkan kepercayaan diri siswa, memperkuat ketahanan mental, serta membangun kembali rasa kebersamaan yang sempat terguncang.
Melalui langkah ini, siswa Sibenpopo diharapkan tumbuh sebagai generasi Fagogoru yang tangguh, adaptif, dan menjunjung tinggi solidaritas. Di tengah luka yang perlahan pulih, pendidikan kembali menjadi pelita, menerangi jalan menuju masa depan yang lebih damai dan bermakna. (Odhe/Red)




















