Reporter : Odhe
Editor : Redaktur
HALTENG, Teropongmalut.com – Perkembangan pesat di wilayah pertambangan di bidang industri PT Indonesia Weda Bay Industrial Park (IWIP) sehingga perilaku para oknum-oknum PLN Unit Weda pun diduga tak terhindarkan. Hal itu terjadi diduga para oknum ini mengambil keuntungan besar dari pelanggan.
Terutama action pada pemasangan baru pada meteran listrik token dengan nilai yang sangat besar. Sikap para oknum PLN Unit Weda ini disampaikan sejumlah pelanggan pemasangan baru.
Berdasarkan informasi yang di peroleh bahwa sejauh ini oknum PLN Unit Weda diduga melakukan pungutan liar (pungli) secara terang-terangan terhadap ribuan pelanggan yang ada di wilayah kawasan industri sekaligus dinilai merugikan pelanggan mencapai miliaran rupiah.
Pasalnya, penetapan harga pemasangan baru listrik token yang dibayar oleh pelanggan diduga tak sesuai dengan harga meteran. Sejumlah warga pelanggan PLN Unit Weda yang tinggal di wilayah industri Selasa, (17/1/2023) pagi tadi mengatakan bahwa belum ini oknum pihak PLN Unit Weda melakukan pungutan liar pada sebuah rumah kosan di Sagea Kecamatan Weda Utara Kabupaten Halmahera Tengah dengan harga yang dibilang tinggi.
Kemudian keuntungannya itu lanjut warga ini, di berikan kepada pimpinan PLN Unit Weda Pak Yodi sebutnya karena keuntungan pungli tersebut akan dibagikan kepada anak buahnya. Meskipun demikian, seorang pimpinan itu masih ngotot meminta agar diberikan penambahan lagi dengan alasan akan di bagikan kepada anak buah lainnya.
Warga sekaligus sumber yang enggan identitasnya disebutkan ini mengatakan hendak memasang listrik rumah kosan yang baru dibangun di Sagea Kecamatan Weda Utara.
Terkait dengan dugaan perihal diatas, begini sanggahan pimpinan PLN Unit Weda yakni Pak Yodi. Dia bilang yang melakukan pungli itu biasanya oknum bukan dari pihak PLN Unit Weda. Kalo PLN biasanya pelanggan bisa mendaftar sendiri di PLN Mobile, sehingga tinggal diserahkan ke pelanggan. Biasanya pelanggan bersedia membayar lebih karena ingin cepat,” ujar Pak Yodi belum lama ini saat dikonfirmasi media ini.
Masih terkait dengan pemasanga baru dia mengaku tidak pernah meminta nilai sekian kecuali ada penambahan material di lapangan. Ini juga hak konsumen, kalo konsumen ga mau kasih ga masalah. Dia juga bilang soal pungli nanti saya sampaikan ke seluruh petugas, jika ada yang kedapatan akan langsung ditindak.
“Jika memang ada oknum yang ambil kesempatan akan kami tindaklanjuti, jika terbukti melakukan kesalahan ancamannya pemecatan,” pungkasnya.
Tak hanya itu, Pak Yodi juga sampaikan soal keterlambatan stok KWH berbulan-bulan meter kosong. Terkait dengan pemasangan baru perbulan hampir ratusan sementara petugas kami hanya 2 orang sehingga sering menjadi kendala keterlambatan pemasangan
Kekurangan petugas yang menjadi kendala ini sudah kami laporkan PLN Wilayah Sofifi dan Alhamdulillah ditindaklanjuti, sehingga insya Allah tahun ini kami ada penambahan petugas pasang baru untuk menjawab kendala yang kami alami selama ini,” tuntasnya.














