Diduga Lamban, Orang Tua Korban Adukan Pelayanan dan Penanganan Perkara Ini ke Gubernur Malut,

Reporter : Odhe
Editor : Redaksi

HALTENG, Teropongmalut.com – Orang tua korban penganiayaan dan pengrusakan pintu rumah mengaku kesal atas pelayanan dan penanganan sebuah perkara yang dilaporkan ke penyidik Polres Halteng. Pasalnya, laporan korban (IB) soal penganiayaan dan pengrusakan pintu rumah bagi orang tua korban (SK) dinilai lamban dalam penanganannya. Bahkan dinilai sengaja dalam penanganan sebuah perkara yang kami laporkan.

Hal ini terbukti adanya upaya dari pihak penyidik yang diduga telah dikoordinasi dari pihak pelaku agar perkara ini diupayakan untuk selesaikan secara kekeluargaan. Karena merasa tak mendapat keadilan dan action cepat dalam perkara ini, kami mencoba berkonsultasi dengan bapak Gubernur Provinsi Maluku Utara KH Abdul Gani Kasuba Kamis, (07/04/2023) kemarin di kediaman sehingga beliau (Gubernur) mengaku bakal menghubungi Kapolda Malut untuk membicarakan sederet perkara ini.

“Jujur saja pelayanan dan penanganan perkara penganiayaan anak kami dan pengrusakan pintu rumah kami ini sudah terlalu lamban dalam penanganannya. Barang bukti dari kami sudah diambil, namun barang bukti dari pelaku dikabarkan belum disita oleh penyidik sampai hari ini, ada apa?

Apakah pelaku sangat kenal dan dekat sama oknum anggota sehingga dalam perkara penganiayaan dan pengrusakan yang pelaku lakukan terhadap kami seolah-olah berjalan ditempat saja atau seperti apa?

Kami hanya menginginkan sebuah keadilan atas perihal yang menimpa anak kami dan bahkan pintu rumah kami yang menjadi sasaran pelaku,” keluh SK orang tua korban kepada media ini Jumat, (08/04/2023) malam ini.

Atas perihal ini, pelaku dikabarkan mengaku perbuatannya dan sudah melanggar hukum, sehingga pelaku berupaya berbagai macam cara dengan memanfaatkan sejumlah oknum anggota dan pihak lainnya untuk berkomunikasi dengan orang tua korban agar perkara tersebut dapat diselesaikan secara kekeluargaan alias tak berlanjut proses hukum.

Langkah itu pun mulai action dan sudah mendapat titik terang dari orang tua korban. Namun, lagi-lagi kabar cerita yang didengar langsung dari orang tua korban saat melewati depan rumah pelaku (tempat duduk) beberapa warga dari kalangan ibu-ibu mulai kepo (bercerita) bahwa pelaku akan didenda berupa uang dan uang itu akan dimanfaatkan pergi naik haji.

Mendengar langsung cerita kepo tersebut, orang tua korban mulai kesal dan kecewa atas cerita yang tak terpuji tersebut dan mengurungkan niatnya untuk diselesaikan secara kekeluargaan perkara ini. Sehingga meminta kepada penyidik Polres Halteng agar action cepat atas laporan mereka sekaligus meminta SP2HP-nya perkara pengrusakan pintu rumah kami. Karena perkara penganiayaan anak kami berimbas pada kerusakan pintu rumah kami,” kisah SK sekaligus mengakhiri.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *