TERNATE – Teropon Malut. Pembangunan Pelabuhan Hiri yang diharapkan menjadi solusi transportasi bagi masyarakat Pulau Hiri, kini dianggap gagal direalisasikan oleh Walikota Ternate, Dr. Tauhid Soleman, di masa akhir jabatannya. Berdasarkan rencana awal, proyek ini dijadwalkan untuk dilelang pada bulan Maret 2024. Namun, hingga akhir semester pertama atau bulan Juni, tender proyek ini belum juga dilaksanakan, menandakan ketidakberhasilan dalam penyelesaian pembangunan Pelabuhan Hiri.
Hasil tinjauan dan amatan awak media di lokasi pelabuhan penyeberangan dari Sulamadaha ke Kecamatan Pulau Hiri menunjukkan kondisi yang memprihatinkan. Proses kelanjutan pembangunan terlihat terhenti dan pelabuhan tampak tidak terurus sejak dimulai pada tahun 2023 hingga saat ini.
Pelabuhan Hiri diharapkan menjadi jalur alternatif transportasi laut bagi masyarakat Pulau Hiri. Namun, kegagalan pembangunan ini membuat masyarakat merasa dianak tirikan. Proyek yang sudah dianggarkan oleh Pemerintah Daerah Kota Ternate kini menjadi sebuah cerita dongeng. Meskipun dana sebesar Rp. 10 miliar telah dianggarkan lewat APBD tahun 2024, proyek ini tetap berjalan di tempat karena LPSE belum mempublikasikan tender.
Salah seorang masyarakat Pulau Hiri berinisial “K” mengungkapkan bahwa pelabuhan tersebut sudah dianggarkan Rp. 10 miliar, tetapi hingga kini belum ada tender yang dibuka. “Ini menjadi tanggung jawab pemda karena sebelumnya di musrenbang kecamatan, pemda sudah berjanji akan menyelesaikan pelabuhan Hiri pada pertengahan tahun 2024. Namun, hingga saat ini, belum ada proses pekerjaan yang berjalan,” jelasnya.
Ia menambahkan bahwa berbagai upaya telah dilakukan, termasuk membuat MOU dengan Pemda Kota Ternate. Meskipun Walikota Dr. Tauhid Soleman dan perwakilan masyarakat Hiri, khususnya pemangku adat dan pemangku agama, telah menandatangani MOU tersebut, hasilnya nihil. “Kita merasa dibohongi,” ucapnya.
Selama dua kali pertemuan antara Walikota Ternate dan perwakilan masyarakat Pulau Hiri, kesepakatan yang dicapai tidak membuahkan hasil. MOU yang dibuat dianggap sebagai pembohongan publik kepada masyarakat Pulau Hiri.
Masyarakat Hiri, melalui salah satu perwakilannya, menyatakan bahwa pemerintah, khususnya Walikota Dr. Tauhid Soleman, tidak fokus dan serius dalam menyelesaikan pembangunan Pelabuhan Hiri. Beberapa pertemuan antara pemkot dan aliansi dari Hiri telah membahas persoalan ini, namun janji untuk menyelesaikan pelabuhan pada tahun 2024 belum juga terealisasi.
Di akhir masa kepemimpinannya, Walikota Ternate Dr. Tauhid Soleman dinilai gagal oleh masyarakat Hiri dalam merealisasikan pembangunan Pelabuhan Hiri yang berada di Kelurahan Sulamadaha. Mereka merasa telah dibohongi dan tidak mendapatkan perhatian yang serius dari pemerintah. (Wan)














