Pembongkaran Lahan Kaplingan Kelompok, Kades Saolat Bungkam Soal Ini,

Reporter : Odhe
Editor : Redaktur

HALTIM, Teropongmalut.com – Meskipun UUD tahun 1945 pasal 33 ayat 3 menjelaskan bahwa Bumi dan air dan kekayaan alam yang terkandung didalamnya dikuasai negara dan dipergunakan untuk sebesar-besarnya kemakmuran rakyat. Namun, lagi-lagi Pemerintah Daerah melalui Wakil Bupati Kabupaten Halmahera Timur yakni Anjas Taher menyatakan melalui Kades Saolat Melieser Dawanaka bahwa lahan-lahan kaplingan berkelompok di wilayah Saolat Kecamatan Wasile Selatan ditiadakan, ada apa?

Bukankah pernyataan Wakil Bupati Haltim melalui Kades Saolat ini dinilai sangat bertentangan dengan bunyi UUD tahun 1945 pasal 33 ayat 3 diatas? Ataukah, Kades Saolat Melieser Dawanaka dengan sengaja membawa nama Wakil Bupati atas kepentingan pribadi dan kelompoknya.

Foto pembongkaran lahan kaplingan di wilayah Saolat Kecamatan Wasile Selatan Kabupaten Halmahera Timur

Atas pernyataan dan sikap bungkam Kades Saolat inilah kami selaku warga masyarakat Saolat yang tergabung dalam kelompok kurang lebih 9 kelompok ini merasa dirugikan atas pergusuran lahan-lahan kaplingan yang dilakukan dengan semena-mena oleh pihak perusahaan yakni PT IWIP, PT MHN dan PT PP Presisi Tbk.

Kami menganggap Pemerintah Desa Saolat telah mati, Pemerintahan Desa Saolat tak berjalan. Buktinya, lahan-lahan kaplingan kelompok yang luasannya berkisar ribuan hektare atas hasil kaplingan pada tahun 2017-2021 silam telah dibongkar dan digusur habis oleh pihak beberapa perusahaan diatas.

Perihal keluhan ini disampaikan beberapa warga lahan kelompok kepada media via sambungan telpon genggam Jumat, (07/04/2023) sore tadi. Menurut mereka, karena lahan-lahan kaplingan kami sudah di bongkar dan digusur habis sehingga kami menilai jangan-jangan Kades Saolat Melieser Dawanaka diam-diam menerbitkan Surat Keterangan Tanah (SKT) sehingga pihak perusahaan sampai berani membongkar dan menggusur ribuan lahan kelompok tersebut,” kisah warga ini.

Meski demikian, Kades Saolat Melieser Dawanaka dinilai tak memiliki nyali untuk memberikan tanggapan terkait perihal yang dikonfirmasi via pesan singkat bahkan pesan suara media ini. Padahal, awak media sangat menginginkan tanggapan atau keterangan Pak Kades dalam soal ini. Namun, Kades Saolat lebih memilih diam seribu bahasa.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *