Peredaran Kayu Olahan Tanpa Dokumen Di wilayah Hukum Polres Halteng dan KPH Weda Marak

Reporter : Odhe
Editor : Redaksi

HALTENG, Teropongmalut.com – Meskipun Intruksi Kapolri tidak ada lagi yang namanya iiegal. Baik itu logging dan mining kembali terbantahkan oleh segelintir oknum-oknum yang tidak bertanggung jawab saat ini. Intruksi Kapolri tersebut dinilai hanya isapan jempol semata oleh oknum-oknum yang memiliki kepentingan, baik pribadi dan kelompok.

Sindikat bisnis pengolahan kayu tanpa dokumen di wilayah hukum Polres Halmahera Tengah (Halteng). Para oknum sindikat ini dengan leluasa menjarah kayu di Wilayah Hukum Polres Halmahera Tengah (Halteng) dan KPH Weda. Diduga, permainan kayu tanpa izin (illegal logging) menjadi salah satu obyek yang dimanfaatkan oleh oknum-oknum setempat yang diduga kuat telah bekerjasama dengan oknom sindikat bisnis kayu yang berdomisili Kecamatan Weda Kabupaten Halmahera Tengah Provinsi Maluku Utara.

Diduga oknum petugas terkait untuk dijadikan mereka sebagai sarana yang memberikan informasi jika ada penertiban, sehingga kegiatan mereka berjalan dengan aman dan lancar, juga termasuk untuk pengiriman kayu illegal tersebut ke beberapa tempat penumpukan kayu olahan siap dipasarkan.

Salah satu warga kepada media ini yang namanya enggan disebutkan ini ada mengaku saat dilakukan konfirmasi terkait maraknya Illegal Logging mengatakan, bahwa kegiatan illegal logging tersebut sudah lama berjalan dari dulu hingga sekarang tetap aman dan lancar tidak ada kendala. Meskipun hal ini menurutnya kegiatan tersebut sudah menjadi mayoritas masyarakat setempat untuk mencari nafkah.

“Selain bekerja kayu, mayoritas kami warga sini adalah kerja tani dan kebun mencari nafkah untuk anak istri,” ucapnya kepada media ini Senin,” (10/04/2023) sore tadi.

Hingga berita ini kami turunkan agar jajaran Polda Malut yakni Polres Halteng dan KPH Weda belum sempat dikonfirmasi atas aktivitas illeggal tersebut. Padahal Polres Halteng dan KPH Weda memiliki hak dan tupoksi dalam memberantas aktivitas illeggal logging tersebut.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *