Oleh: Arsad S. Sangaji
Calon Ketua KONI Malut
Ternate-TeropongMalut.com, Pernyataan saudara La Samsuddin dalam menanggapi penolakan pencalonan Wagub Sarbin Sehe sebagai Ketua KONI Maluku Utara justru memperlihatkan penggunaan logika manipulatif. Argumentasi yang ia bangun bukanlah upaya menjernihkan masalah, melainkan membelokkan substansi dengan retorika jungkir balik.
Alih-alih menjawab pokok persoalan terkait larangan pejabat publik mencalonkan diri, ia menutupi inti perdebatan dengan alasan yang inkonsekuen dan menyesatkan. Model argumentasi seperti ini tidak hanya mereduksi kualitas diskusi publik, tetapi juga berpotensi mencederai prinsip keadilan dan sportifitas yang seharusnya menjadi landasan utama dalam kepemimpinan olahraga di Maluku Utara.
Jadi kalau baru memulai pencalonan saja tidak sportif (melanggar ketentuan dan regulasi keolahragaan) apakah mungkin bisa memberikan garansi dalam memimpin koni maluku utara?
INGAT ada spirit yang selalu tertanam dalam dunia keolahragaan “MENJUNJUNG TINGGI SPORTIVITAS DAN FAIR PALY” kalau ini saja tidak tertanam dalam diri seorang pengurus koni, “BULSIT” bicara prestasi olah raga. (Selesai)














