Pj Bupati Sampaikan Lima Prioritas Untuk Menekan Berbagai Permasalahan di Halteng

Reporter : Odhe
Editor : Redaksi

HALTENG, Teropongmalut.comPj Bupati Halteng Ir. Ikram M Sangadji melaporkan berbagai permasalahan yang menjadi target pemerintah untuk menekan sejumlah permasalahan tersebut melalui Zoom Metting dengan Kemenhum yang berlangsung di Aula Kantor Bupati jalan Trikora Bukit Loiteglas desa Were Kecamatan Weda Rabu, (29/03/2023).

Pelaksanaan Zoom metting tersebut di hadiri Forkompinda dan seluruh pimpinan OPD dilingkup Pemkab Halteng, para Camat, serta para Kepala Desa.

Pada kesempatan itu, Penjabat (Pj) Bupati Halteng Ir Ikram M Sangadji menyampaikan sejak dirinya menjabat sebagai Pj Bupati Halteng, saya melihat ada keterkaitan yang sangat signifikan bahwa ada kemiskinan ekstrim dan stunting. Begitu saya masuk dan bertanya kepada para Camat berapa banyak angka stunting dan melek baca, tapi ada yang tidak tau. Dari situ saya mulai membuat suatu simulasi dan analisis apa yang harus kita lakukan secara konfrensif dan tidak bisa terpisah.

Jadi ada kerjasama pendidikan dan kesejahteraan, semua komponen mulai dari kesiapan sumber daya manusia (SDM), OPD, kemudian Infrastruktur wilayah, dan pembiayaan. Ketiga komponen ini menjadi hal yang penting untuk kita terapkan, salah satunya ketika dicermati Rancangan APBD 2023 ternyata bahwa komponen-komponen pembiayaan itu tidak berpihak kepada masyarakat sehingga melek baca dan stunting kita tinggi kemudian kemiskinan ekstrim tidak bisa kita perlukan.

Nah, sekarang saya lakukan reformasi dan reposisi kepeduliaan terutama pembiayaan Dana Bagi Hasil (DBH) Rp 700 milyar kita fokus kepada kemiskinan kemudian kesehatan dan pendidikan. Dan ketiga komponen inilah menjadi prioritas kita untuk mempercepat proses penurunan kemiskinan ekstrim yang berakibat terhadap stunting, kemudian kehadiran melek baca ini juga kita fokus sehingga lima prioritas ini.

Jadi barometer kita untuk mencapai penurunan kemiskinan ekstrim dan jumlah stunting. Saya melihat sendiri bagaimana sistem laporan dan pelaksanaan, SPB kita masih rendah. Sehingga memang perlu kita ditindaklanjuti, karena saya tidak mau Provinsi bingung. Uang di desa itu banyak tapi dana desa itu tidak fokus terhadap hal itu maka kita lakukan reposisi dan tranformasi jadi saya pikir tidak ada masalah untuk penanganan stunting.

Lebih lanjut Pj Bupati Halteng bilang penanganan stunting dan kemiskinan ekstrim ini tergantung pada fokus dan komitmen. Saya target kemiskinan dari 29 persen dengan APBD 2023 saya turunkan menjadi 5 persen kenapa 5 persen, karena kita sudah punya skenario untuk melakukannya jadi kita langsung pada programnya sendiri.

Insya Allah pada bulan April saya akan melakukan pertukaran Nakes Halteng kita berangkan ke China dan kami juga akan laporkan kepada Pak Menhum bahwa kita sudah memasuki dua tahap jadi kita fokus pada dampak psikologi, sehingga pendidikan kita fokus dengan matematika metode GASING menghitung cepat dan kita sudah punya 4 guru yang saat ini statusnya sebagai pengajar nasional dan saat ini ada 120 siswa dan 90 guru yang kita ajarkan disana.

Untuk penanganan , saya memberikan insentif kepada ibu hamil dan ibu menyusui masing-masing Rp 1 juta/bulan, kami juga dibantu salah satu konsultan untuk melakukan evaluasi terhadap kebijakan prioritas. Kemudian atas bekerjasama Polres, Kodim dan Kejaksaan Negeri untuk memanfaatkan dana desa untuk penanganan program rumah layak huni. Karena Rp 450 juta/desa dengan jumlah desa 62 desa maka dana desa yang difukoskan untuk penanganan rumah layak huni

Tak hanya itu, atas kerjasama kami dengan ilisasi pertambangan untuk mempercepat proses-proses penanganan stunting dan melek baca, listrik dan lingkungan. Ini akan berpengaruh terhadap konfrensif kita untuk melakukan sesuatu. Jadi bukan hanya tanggung jawab semua orang menghasilkan ekonomi di Halteng memiliki tugas dan tanggung jawab sebagai pemerintah daerah,” tutupnya.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *