Oleh : Prof. Ir. Purnomo Yusgiantoro, M.Sc., M.A., Ph.D., IPU
Editor : Odhe
Dalam tulisannya yang tajam dan analitis, Prof. Ir. Purnomo Yusgiantoro, M.Sc., M.A., Ph.D., IPU mengupas realitas keras politik energi Indonesia—sebuah arena strategis yang kerap dikendalikan bukan oleh kepentingan nasional, tetapi oleh tekanan global dan korporasi multinasional. Dalam kerangka teori dan aplikasi yang matang, Purnomo menegaskan bahwa energi bukan sekadar komoditas, melainkan alat kekuasaan dan instrumen kedaulatan.
Melalui bukunya yang berjudul “Politik Energi Teori dan Aplikasi” Prof. Purnomo membeberkan bagaimana ketergantungan pada energi fosil, minimnya transisi ke energi terbarukan, serta lemahnya posisi tawar Indonesia di panggung geopolitik energi adalah hasil dari kebijakan yang gamang dan kompromistis. Ia menuntut reposisi total strategi energi nasional, dengan berpijak pada prinsip kemandirian, keberlanjutan, dan ketahanan energi.
“Selama arah kebijakan ditentukan oleh kalkulasi politik jangka pendek, maka kita hanya menjadi penonton dalam permainan energi global,” tulisnya. Ia mengingatkan bahwa tanpa keberanian politik, Indonesia akan terus berada dalam bayang-bayang kekuatan asing yang menancapkan kuku dalam regulasi dan investasi energi.
Prof. Purnomo menyerukan revolusi kebijakan energi—dengan menempatkan ilmu pengetahuan, kepemimpinan nasionalis, dan keberpihakan pada rakyat sebagai fondasi utama. Bagi beliau, politik energi bukan sekadar urusan teknis, melainkan urusan hidup-mati bangsa. ****














