PT IWIP dan Masyarakat Berkolaborasi Lindungi Kawasan Pesisir

Reporter : Odhe
Editor : Redaktur

HALTENG, Teropongmalut.com PT Indonesia Weda Bay Industrial Park (IWIP) terus berkomitmen mempertahankan keberlanjutan lingkungan di sekitar wilayah industri. Hal ini terlihat dari kolaborasi dengan komunitas Fau Yaune serta pemerintah daerah dan Forkompinda dalam kegiatan penanaman perdana 5000 bibit mangrove di Desa Kotalo Kecamatan Weda Timur Kabupaten Halmahera Tengah yang berlangsung Kamis, (16/03/2022) kemarin.

Kegiatan penanaman perdana 5000 bibit mangrove ini kemudian akan dilanjutkan dalam jumlah yang lebih besar di berbagai lokasi pesisir pantai lainnya dalam naungan “Program Pelestarian Ekosistem Pesisir Berbasis Komunitas melalui kegiatan transplantasi Karang dan Penanaman Mangrove”.

Foto Vice President PT IWIP Mr Kevin He serahkan 150 paket bantuan sembako secara simbolis

Selain penanaman mangrove, kegiatan yang dilaksanakan di Pantai Barahima, Kamis (16/3/2023) itu juga sekaligus penyerahan 150 paket bantuan sembako kepada masyarakat di Desa Mesa dan Desa Kotalo.

“Saya senang sekali IWIP sudah banyak membantu pemerintah dan berkolaborasi untuk membangun sesuatu yang baik,” ucap Pj. Bupati Halteng, Ir. Ikram M Sangadji saat memberikan sambutan dalam kegiatan tersebut.

Vice President PT IWIP Mr Kevin He Tanam mangrove

Baginya lanjut Bupati, kegiatan seperti ini sangat penting dilakukan sebab mangrove berguna dalam mereduksi emisi karbon. Sebagai tumbuhan, kata Bupati, mangrove berperan penting sebagai buffering sedimentasi dari daratan yang dapat berdampak pada rusaknya lamun dan terumbu karang.

Senada dengannya, Kepala Dinas Lingkungan Hidup Pemprov Maluku Utara Fachruddin Tukuboya turut mengapresiasi kegiatan ini. Menurutnya, PT IWIP sangat baik dalam merespon upaya dalam menjaga lingkungan.

“Kenapa harus mangrove? karena kita tahu kerja perusahaan banyak melakukan penebangan pohon, itu banyak sekali karbon yang lepas, nah kita perlu menggantinya lagi. Kami mendukung PT IWIP dan WBN yang punya cita-cita yang ambisius untuk memperoleh gold flag dalam pengelolaan lingkungan.” katanya.

Sementara itu, Ketua Komunitas Fau Yaune, Ismail Muharram mengaku gembira IWIP bersedia berkolaborasi dalam kegiatan penanaman mangrove ini.

“Kami mengucapkan terima kasih kepada pemerintah, khususnya Pak Kepala Desa Kotalo dan Camat Weda Timur, serta kepada IWIP. Kami cukup dibantu dalam hal menata lingkungan,” katanya.

Lebih lanjut Ismail mengatakan, pihaknya mengajak pemerintah dan IWIP agar kegiatan seperti ini terus berkelanjutan dan semua pihak bisa bersinergi dalam mengembangkan potensi yang ada di kedua desa tersebut.

“Harapan kami, mengingat Teluk Weda ini telah menjadi kawasan industri, maka kami meminta dengan hormat agar wilayah Weda Timur dapat ditetapkan sebagai wilayah penyeimbang ekologi,” ujarnya.

Kegiatan penanaman mangrove ini menjadi salah satu perhatian serius IWIP dalam pelestarian lingkungan di sekitar industri. Terlebih kawasan IWIP berada di tengah Pulau Halmahera yang memiliki keanekaragaman hayati yang sudah sepatutnya dijaga. Sebelumnya, di lokasi yang sama, IWIP juga telah bekerja sama dengan Fakultas Perikanan dan Ilmu Kelautan (FPIK) Universitas Khairun Ternate guna melakukan sosialisasi sekaligus meresmikan Komunitas Pelestarian Lingkungan Mtu Mya.

Pada kesempatan yang sama, Vice President IWIP, Kevin He menjelaskan bahwa tanggung jawab pelestarian lingkungan ini sejalan dengan visi IWIP yakni “Green Industry to Build the Greener Future”.

Perkembangan IWIP yang kian pesat beriringan dengan pembangunan infrastruktur daerah. Oleh sebab itu, IWIP terus berkomitmen untuk bersinergi dan berkolaborasi dengan pemerintah serta masyarakat dalam mewujudkan manfaat industri yang berkelanjutan dan lingkungan yang tetap terjaga.

“Semoga bibit-bibit yang ditanam ini berhasil tumbuh dan bermanfaat bagi bumi Fagogoru,” pungkas Kevin.

IMG-20260420-WA0020
previous arrow
next arrow
IMG-20260423-WA0117
previous arrow
next arrow
images - 2026-04-22T235051.720
previous arrow
next arrow
FB_IMG_1776869755543
previous arrow
next arrow

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *