Reporter : Odhe
Editor : Redaksi
Halteng, Teropong malut.com – Telah jelas ketidak transparansi soal standar harga lahan dari perwakilan management PT IWIP yang dipimpin Cipto dan Sani berakhir alot di Kantor Desa Waleh Senin, (6/6/2022) siang tadi.
Rapat yang dikabarkan warga yang keempat kali itu, menuai protes dan pertanyaan soal kinerja perusahaan yang dinilai mengangkangi UU Keterbukaan Informasi Publik tersebut.
Warga meminta kepada pihak perusahaan agar kedua belah pihak sama-sama diuntungkan dalam persoalan lahan bukan berpotensi kerugian, alias ganti untung. Rapat tersebut berlangsung sesi tanya jawab hingga berakhir penolakan aktivitas karena pihak perusahaan tak mengamini harga lahan yang disampaikan.
Cipto mengaku bahwa area pelabuhan pendaratan alat berat sebagai inti terjadi pembebasan lahan di desa Waleh. Sehingga area pekuburan sangat dibutuhkan pihak perusahaan. Namun sayangnya, permintaan Cipto tersebut ditolak tegas oleh masyarakat karena area pekuburan merupakan tempat keramat yang diyakini sejak dulu. Untuk itu, area pekuburan tak bisa untuk dibebaskan.
Hadir dalam rapat keempat itu, Cipto, Sani dan beberapa rekannya merupakan utusan pihak management PT IWIP dan hingga rapat diakhiri dengan doa oleh Imam Ustadz Hadun Amir. Warga dan perusahaan menyepakati penolakan tersebut secara lisan. Sehingga perusahaan tak akan lagi beraktivitas di wilayah Waleh.















