Pulau Mour Dijadikan Komoditas? DPRD Halteng Tegas: Rakyat Jangan Terprovokasi, Pemerintah Daerah Bungkam,

TEROPONGMALUT.COM ~ Pulau Mour kembali jadi perbincangan panas. Isu soal masuknya investor ke pulau bersejarah ini mencuat tanpa kejelasan arah. Namun hingga kini, Pemerintah Daerah Halmahera Tengah masih memilih diam.

Ketua DPRD Halteng, Zulkifli Hi Bayan, dalam pernyataan tegas kepada media pada Selasa (6/5/25), menyampaikan bahwa pihaknya belum menerima informasi resmi apapun terkait rencana pengelolaan Pulau Mour oleh investor.

“Kami belum bisa berkomentar banyak. Jika benar ada rencana pengelolaan, harusnya sejak awal ada sosialisasi. Tapi sejauh ini belum ada. Dari pemerintah daerah saja belum terdengar. Jadi kami himbau rakyat agar tidak terprovokasi oleh isu liar,” tegas Zulkifli.

Di balik ketidakjelasan informasi, kekhawatiran publik menguat. Mour bukan sekadar pulau—ia adalah jantung budaya, ruang hidup, dan identitas masyarakat lokal. Ancaman nyata datang saat pulau ini dilirik sebagai komoditas, bukan lagi sebagai warisan.

Penjualan pulau—dengan dalih investasi—bukan hal baru. Praktik semacam ini terbukti sering berakhir pada eksploitasi alam, perampasan ruang hidup, dan pengusiran masyarakat adat. Mour berpotensi besar dikembangkan, tapi bukan untuk dijual. Ia butuh pengelolaan berkelanjutan yang berbasis pada nilai-nilai lokal, bukan kepentingan korporasi.

Negara harus hadir. Pemerintah daerah tak boleh terus bungkam. Biarkan Mour tumbuh bersama rakyatnya—bukan dikerdilkan oleh modal. Pulau ini bukan barang dagangan. Ia adalah hak sejarah, hak budaya, dan hak masa depan anak negeri. (Red/Odhe)

IMG-20260314-WA0032
previous arrow
next arrow
IMG-20260402-WA0008
previous arrow
next arrow
IMG-20260403-WA0012
previous arrow
next arrow
IMG-20260316-WA0003
previous arrow
next arrow

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *