Reporter : Odhe
Editor : Redaktur
HALTENG, Teropongmalut.com – Belakangan ini telah terjadi pemutasian Aparat Sipil Negara (ASN) secara sepihak dalam lingkup Rumah Sakit Umum Daerah (RSUD) Weda dimana 2 orang dokter ASN senior menjadi korban tindakan semena-mena dari Direktur RSUD di awal Desember 2022.
Sebelumnya kejadian yang sama juga terjadi pada Oktober 2021 kepada 1 orang tenaga perawat ASN yang merupakan putera daerah yang dimutasikan Direktur RSUD ini secara sepihak tanpa melalui prosedur sesuai aturan perundang-undangan terkait mutasi ASN. Sudah jelas RSUD Weda sampai saat ini masih kurang dalam hal tenaga medis dan paramedis, akan tetapi pemutasian masih terus terjadi.
Berdasarkan informasi yang diperoleh media ini Rabu, (14/12/2022) pagi tadi bahwa Sekretaris Daerah (Sekda) Yanto M Asri pun menjadi tumbal atas intrik yang diperbuat oleh dr. Selvia D. Denggo untuk memutasi 2 orang dokter ASN yang telah mengabdi kurang lebih 10 tahun di RSUD Weda Kabupaten Halmahera Tengah ini.
Sangat tidaklah masuk akal apa bila seorang pejabat daerah sekelas Sekda tidak mengetahui aturan perundang-undangan terkait pemutasian ASN. Sekda terkesan diperalat dan dimanfaatkan agar keinginan dr. Selvia D. Denggo, Sp.PK, M.kes selaku direktur RSUD Weda terpenuhi,” tandas sejumlah ASN di RSUD Weda Rabu, (14/12/2022) pagi tadi.
Menurut informasi yang diperoleh sebagian besar Pegawai dan Staf di RSUD weda pun tidak suka dengan pola dan tingkah laku direktur RSUD Weda yang terkesan arogan dalam mengambil kebijakan demi kepentingan pribadi dan mengesampingkan kemaslahatan masyarakat yang tentunya sudah menjadi rahasia umum karena sudah banyak berita yang beredar terkait hal tersebut.
Sungguh aneh dan sangat disayangkan Pemda terkesan diam dan membiarkan sepak terjang dr. Selvia D. Denggo, Sp.PK, M.kes yang sangat merugikan RSUD Weda dan Pemerintah Daerah Kabupaten Halmahera Tengah, seakan-akan diamini, sehingga akan mempengaruhi pelayanan kesehatan terhadap masyarakat Kabupaten Halmahera Tengah.
Ada apa antara dr. Selvia D. Denggo dengan Pemda halteng? Dimanakah kebijakan? Dimanakah Marwah pemegang kekuasaan? mungkinkah hanya waktu yang dapat menjawabnya?














