Serbuan “Wartawan Abal-Abal” Diduga Bermodus Pungli Guncang Halmahera Tengah

HALTENG — Fenomena mencurigakan mengguncang Halmahera Tengah. Sejumlah oknum yang mengaku sebagai wartawan dari luar daerah diduga menjalankan praktik pungutan liar (pungli) dengan pola terorganisir dan kian brutal. Mereka datang silih berganti, membawa surat tugas, lalu menghilang setelah menjalankan aksinya.

Kehadiran mereka bukan sekadar meresahkan, tetapi dinilai sebagai bentuk penyamaran profesi jurnalistik demi kepentingan pribadi. Modus ini diduga menyasar berbagai kalangan, dari masyarakat hingga pelaku usaha, dengan tekanan yang halus hingga intimidatif.

Lebih ironis, Halmahera Tengah disebut dijadikan “ladang empuk” oleh oknum yang diduga gagal bersaing di daerah asal. Tanpa kontrol dan pengawasan, jumlah mereka terus bertambah, memperparah situasi dan menciptakan ketakutan di tengah masyarakat.

Dampaknya kian serius. Selain merusak kepercayaan publik terhadap insan pers, praktik ini berpotensi memicu konflik sosial dan membuka ruang penyalahgunaan profesi secara masif.

Warga dan sejumlah pejabat daerah mendesak aparat penegak hukum serta organisasi pers bertindak tegas. Mereka menuntut penertiban segera sebelum praktik ini semakin liar dan memakan korban lebih banyak.

“Kami hanya bekerja untuk memenuhi kebutuhan keluarga, tapi kehadiran mereka yang tidak kami kenal sangat meresahkan,” ungkap salah satu pekerja yang mengaku kerap mendapat pesan mencurigakan dari oknum tersebut.

Jika tidak segera dihentikan, fenomena ini dikhawatirkan akan berubah menjadi jaringan pungli berkedok pers yang semakin sulit dibendung. (Odhe/Red)

IMG-20260420-WA0020
previous arrow
next arrow
IMG-20260423-WA0117
previous arrow
next arrow
images - 2026-04-22T235051.720
previous arrow
next arrow
FB_IMG_1776869755543
previous arrow
next arrow

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *