Ternate Teropongmalut.com –Salah satu cara untuk meningkatkan pertumbuhan ekonomi adalah dengan mengembangan kutub-kutub pertumbuhan yang sesuai dengan sumber daya dan potensi masing-masing daerah. Kutub-kutub pertumbuhan yang paling efektif dalam mendongrak pertumbuhan ekonomi wilayah adalah dengan pengembangan Kawasan Industri.
Pengembangan Kawasan Industri terbukti dapat meningkatkan Pendapatan Domestik Regional Bruto (PDRB) suatu daerah. Contoh nyata pengembangan Kawasan Industri yang dapat meningkatkan ekonomi dapat dilihat dari pembangunan Kota Terpadu Jababeka.
PT Jababeka Tbk yang didirikan pada tahun 1989 dan merupakan perusahaan pengembang kawasan industri terbuka pertama di Indonesia. Berlokasi di Cikarang, Kabupaten Bekasi, Jababeka tidak hanya mendirikan Kawasan Industri, namun Kota Industri Terpadu seluas 5.600 ha yang terdiri dari kavling industri, infrastruktur, perumahan, perdagangan dan jasa. Jababeka terletak 35 km di sebelah timur Jakarta dan dapat diakses via jalan tol dan kereta api. Saat ini Jababeka telah mempunyai sekitar 1.650 perusahaan nasional dan multinasional dari 30 negara (diantaranya Amerika Serikat, Inggris, Perancis, Jerman, Belanda, Australia, Jepang, China, Taiwan, Singapura, Malaysia, dll) dan telah mempekerjakan lebih dari 700.000 pekerja dan 4.300 ekspatriat. Perseroan memiliki tenant yang terdiri dari perusahaan multinasional seperti Loreal, ICI Paints, Mattel, Samsung, Unilever, United Tractors, Akzo Nobel, dan Nissin Mas. Selain itu, keunggulan utama Jababeka adalah terdapat Cikarang Dry Port di dalam lokasi Kawasan Industri yang merupakan one stop service untuk keperluan logistik kargo yang semakin memudahkan tenant di dalam kawasan industri Jababeka sendiri.
Pembangunan wilayah yang didorong oleh pembangunan Kawasan Industri juga dapat dilihat pada pembangunan Karawang International Industrial City (KIIC). KIIC yang berlokasi di Teluk Jambe, Karawang merupakan kerjasama anak perusahaan Sinar Mas Land dengan ITOCHU Coorportation Japan. KIIC memiliki luasan yang paling besar dibandingkan dengan Kawasan Industri di Karawang lainnya sebesar 1200 ha dengan didukung oleh ketersediaan infrastruktur dasar seperti akses langsung dengan jalan tol, pengolahan air bersih dan air limbah serta perdagangan dan jasa. KIIC merupakan rumah dari perusahaan multinasional seperti PT. Toyota Motor Mfg. Indonesia, PT.Ajinomoto Indonesia, PT. Yamaha Motor Mfg. Indonesia, PT. Astra Daihatsu Motor, PT. Panasonic Semiconductor Indonesia, PT. Sharp Semiconductor Indonesia dll. KIIC merupakan Kawasan Industri yang sangat peduli pada pengelolaan lingkungan hidup. Tahun 2010-2011, KIIC mendapatkan penghargaan pengelolaan lingkungan hidup dari Kementerian Lingkungan Hidup. KIIC juga Kawasan Industri pertama yang mendapatkan sertifikasi ISO 9001:2000 dan 14001:2004 untuk Quality Management & Pengendalian lingkungan di tahun 2002.
Jababeka dan KIIC memang terletak di koridor Bekasi-Karawang-Purwakarta (Bekapur) yang menjadi segitiga emas pengembangan industri di Indonesia. PDRB Bekapur didominasi oleh sektor Industri Pengolahan, dimana pada tahun 2016 nilai nominalnya mencapai angka Rp 367,4 triliun, yang berarti memiliki pangsa sekitar 73,57% dalam struktur perekonomian kawasan. Meskipun berfluktuasi, rata-rata laju pertumbuhan ekonomi Bekapur masih lebih tinggi dibandingkan Provinsi Jawa Barat maupun Indonesia, tepatnya 5,87% berbanding 5,86% berbanding 5,44% per tahun selama 2011-2016. Bahkan PDRB per kapita nominal masyarakat Bekapur (Rp75,7 juta tahun 2016) lebih tinggi dibandingkan penduduk Indonesia (Rp 48,0 juta) maupun Provinsi Jawa Barat (Rp 34,9 juta). Akan tetapi, laju pertumbuhan PDRB per kapita Bekapur (rata-rata 3,19% setahun) lebih rendah dibandingkan Indonesia (4,02%) maupun Provinsi Jawa Barat (4,25%). Hal ini disebabkan oleh laju pertumbuhan penduduk di Bekapur (rata-rata 2,59% per tahun selama 2011-2016) lebih tinggi ketimbang Provinsi Jawa Barat (1,54%) maupun Indonesia (1,36%).
Peningkatan ekonomi wilayah tentunya tidak hanya didorong oleh keberadaan satu dua Kawasan Industri saja, namun harus dilihat secara menyeluruh pengaruh masing-masing Kawasan dan sektor-sektor lainnya secara komprehensif. Di Bekasi sendiri luas Kawasan Industri mencapai lebih dari 7.432 ha dan di Karawang luasnya mencapai lebih dari 19.000 ha. Namun gambaran di atas dapat memperlihatkan bahwa pengembangan Kawasan Industri terbukti berhasil mendongkrak pengembangan ekonomi wilayah. Tentunya ini waktunya bagi daerah lain untuk dapat belajar dan mulai mengembangkan Kawasan Industri terpadu layaknya Jababeka ataupun KIIC. Dalam proses meniru, pengembangan Kawasan Industri akan mempertimbangkan kondisi sosial ekonomi wilayah tersebut. Sehingga akan terbentuk suatu Kawasan Industri yang menarik tidak hanya bagi investasi namun juga sesuai dan dapat meningkatkan ekonomi masyarakat di wilayah tersebut.
Raisa Savitri Ramadhani
Staff Penataan dan Standar-Dit. Perwilayahan Industri
Ditjen KPAII
Kementrian Perindustrian

















