Dit Polair Malut Berubah Direktorat Polisi Perairan dan Udara (Dit Polairud)

Dirpolairud Polda Malut

TERNATE TM. Direktorat Polisi Perairan (Dit Polair) Polda Malut resmi berganti nomenklatur menjadi Direktorat Polisi Perairan dan Udara (Dit Polairud). Perubahan nomenklatur itu berdasarkan peraturan kepolisian RI nomor 14 tahun 2018 tentang susunan organisasi dan tata cara kerja kepolisian Indonesia di tingkat Polda. Hal itu sebagai langkap pembaharuan dari Peraturan Kapolri (Perkap) nomor 22 tahun 2010.

“Di situ untuk Polair sendiri sudah berubah menjadi Polairud. Jadi Direkturnya menjadi Dir Polairud,” kata Direktur Polairud Polda, Kombes (Pol) Arif Budi Winofa, kemarin.
Dengan perubahan itu, lanjut Arif, ada beberapa hal yang baru yaitu pada Subdit Gakkum yang awalnya memiliki dua kepala seksi yakni seksi tindak dan seksi lidik sekarang ditambah menjadi kasi perawatan tahanan (Watah).
Dengan perubahan itu, Direktur Poalirud yang sebelumnya hanya membawahi kapal laut namun kini telah ditambah dengan pesawat udara (Pesud).

Kombes (Pol) Arif Budi Winofa mengutarakan, pada kesempatan video conference (Vicon) bersama Kakor Polairud beberapa waktu lalu, pihaknya telah mengusulkan bahwa untuk rayon Maluku, Maluku Utara, Papua dan Papua Barat kiranya diberikan satu armada pesawat udara berupa pesawat Fix Wings atau helikopter. “Bapak Kakor Polairud sudah menjanjikan bahwa untuk wilayah rayon ini akan diberikan pesawat udara atau helikopter,” ungkapnya.

Perwira tiga bunga itu menjelaskan, pesawat udara ataupun helikopter tersebut nantinya bisa digunakan atau dioperasikan di wilayah Maluku, Maluku Utara, Papua atau Papua Barat.
“Kalau Polda Malut membutuhakan maka pesawat atau helikopter itu akan berada di Malut, begitupun sebaliknya,” jelasnya. Ia berharap, dengan adanya perubahan nomenklatur tersebut, Dit Polairud Polda lebih efektif lagi kedepan. Karena untuk memantau wilayah Maluku Utara akan lebih efektif karena lebih cepat. Seperti ada informasi yang diberikan melalui udara akan langsung ditindaklanjuti. “Contohnya seperti, saat ini ada kapal-kapal yang tidak diketahui masuk ke wilayah perairan Patani Maluku Utara. Karena cuaca atau gelombang laut yang ekstrem tapi dengan pesawat udara kita bisa pantau langsung dari udara,” pungkasnya. (Red)

IMG-20260420-WA0020
previous arrow
next arrow
IMG-20260423-WA0117
previous arrow
next arrow
images - 2026-04-22T235051.720
previous arrow
next arrow
FB_IMG_1776869755543
previous arrow
next arrow

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *