Ternate-Teropongmalut.com, Pelaksanaan Rapat koordinasi wilayah (Rakorwil) dan Training Orientasi Partai (TOP) 2019 yang dilaksakan Dewan Pimpinan Wilayah (DPW) Partai Keadilan Sejahtera (PKS) Provinsi Maluku Utara akan difokuskan pada dua agenda menjelang pilkada 2020 nanti, yakni pertama mengonsolidasi lintas Dewan Pimpinan Daerah (DPD) untuk mensukseskan dan memenngkan Pilkada 2020 dan kedua adalah rekrutmen terbuka. “Jadi DPP sesuai Rakornas kemarin sudah menetapkan bahwa tahun 2020 merupakan tahun rekrutmen” demikian dijelaskan Ketua DPW PKS Ridwan Husen, kepada Teropongmalut.com usai pembukaan Traning Orientasi Partai yang dipusatkan di Hotel Muara, Sabtu (28/12)
Lebih lanjut Ridwan, untuk menghadapi Pilkada pihaknya sudah melakukan penjaringan calon kepala daerah. “Kemarin kami sudah melaksanakan penjaringan dan Insa Allah tanggal 6 Januari 2020 dibawakan ke Dewan Pimpinan Pusat (DPP) PKS Untuk diputuskan siapa-siapa yang layak untuk mendapatkan rekomendasi dari PKS” jelasnya.
Nama-nama bakal calon yang direkomendasikan ke DPP PKS untuk Kota Ternate, ada Dr. M Tauhid Soleman, Hasan Bay dan Iswan Hasyim, Halsel, ada Usman Sidik, Helmy Umar Muchsin dan Basan Kasuba, Halbar ada Danny Missy dan Zakir Mando, untuk Kepualau Sula ad Zulfahri Abdullah Duwila, dan Asrul Gailea, Tidore ada Capt. H. Ali Ibrahim dan Basri Salama dan Taliabu ada Aliong Mus dan Muhaimin Syarif.
“Maka di seluruh Wilayah Provinsi di Indonesia, bahkan Maluku Utara akan direncanakan pembukaan rekrutmen terbuka tingkat DPD calon anggota PKS yang baru melalui Training Orientasi Partai” tambahnya.
Ridwan menegasakan, kader PKS sekalipun belum tentu mendapat rekomendasi dari PKS. Meskipun saat ini terdapat dua bakal calon kepala daerah dari Kader PKS yakni Basam Kasuba dan Zulfari. Sebab, DPP PKS menggunakan indikator penilaian, bukan serta merta sebagai kader langsung diprioritaskan.
“Kalau indikator elektoralnya (Hasil survei popularitas dan elektabilitasnya rendah) serta dukungan partai tidak mencalonkan, sudah pastinya masih menjadi bahan pertimbangan DPP” jelas Ridwan. (KJ/red)
















