Akibat Pemblokiran SIPU Online di Provinsi Maluku Utara Terjadi Kelangkaan Kayu

“Masyarakat Keluhkan Dampak Kelangkaan Kayu Terhadap Ekonomi Mereka”

Ternate. TeropongMalut.com – Asosiasi Industri Kayu Olahan (AIPKO) Maluku Utara meminta kepada pemerintah untuk mencarikan solusi kelangkaan bahan baku kayu yang sedang terjadi saat ini di Provinsi Maluku Utara, akibat pemblokiran SIPU Online oleh pihak balai BPPHP Wilayah 14 Ambon, Selasa (09/02/21)

Hal ini disampaikan Nasir Alkatiri kepada TeropongMalut selasa malam di kantor “Kita minta pemerintah untuk segera mencari solusi kelangkaan bahan baku kayu yang menyebabkan lesunya industri somel Maluku Utara ini,” ucap Natsir yang juga merupakan Anggota dari AIPKO.

Menurut Nasir, dengan kondisi tersebut membuat kelangkaan kayu lokal yang masuk di toko toko kayu, guna memenuhi kebutuhan masyarakat dalam pembangunan di daerah seperti Ternate, Tobelo, Tidore dan lainnya, lebih khusus masyarakat yang berada di sekitar hutan yang memiliki hutan hak/hutan rakyat mereka sangat merasakan apalagi dengan kondisi pandemik covid 19 ini, sangat mempengaruhi kehidupan ekonomi masyarakat, khususnya kebutuhan untuk pendidikan dan kesehatan.

Harapan kami dari balai BPPHP wilayah 14 Ambon untuk bisa melihat meninjau menyangkut dengan hal tersebut di atas karna ini menyangkut kehidupan orang banyak yang punya ketergantungan dan kebutuhan mendasar sehingga bisa berdampak besar di kehidupan masyarakat.
Nasir yang juga merupakan direktur perusahan CV. Akbar Farai yang bergerak di bidang industri kayu, mengatakan bahwa, “kontribusi PSDAH dan DR yg berasal dari Maluku Utara yang di bayar ke negara sudah mencapai puluhan milyar, itu berarti pengusahan kayu harus diperhatikan sebagai penghasil devisa buat negara”. ucapnya

Kejadian kelangkaan kayu di Provinsi Maluku Utara ini terlihat jelas dampaknya di masyarakat yang terpaksa harus mengambil kayu tanpa ijin karna terdesak kebutuhan, dan ini sudah sering di beritakan oleh media tentang kayu yang dibawa tanpa ijin resmi.

Hal ini terpantau oleh awak media saat melakukan pantauan di beberapa kios – kios kayu di daerah Kota Ternate, yang nampak sudah tidak memiliki stok kayu sama sekali, alias kosong sedangkan permintaan kebutuhan kayu masih sangat tinggi, seperti yang di sampaikan beberapa pemilik kios dan pelangan pembeli kayu kepada awak media pada saat pantauan mulai senin kemarin 08 Februari 2021 hingga sekarang.

Kelangkaan bahan baku ini juga telah menyebabkan kelesuan bisnis para pengusaha industri kayu di Ternate, Tidore, Tobelo dan Bacan, yang bergerak di sentra-sentra industri mebel dan beberapa sentra industri mebel di beberapa wilayah dalam skala kecil mengalami kesulitan memperoleh bahan baku. (Jn)

IMG-20260314-WA0032
previous arrow
next arrow
IMG-20260402-WA0008
previous arrow
next arrow
IMG-20260403-WA0012
previous arrow
next arrow
IMG-20260316-WA0003
previous arrow
next arrow

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *