Judul: Gebrakan Baru PAD Morotai! Marwan Sidasi Luncurkan SIPADU, Semua Transaksi Kini Real-Time
Morotai, Teropong Malut – Pemerintah Kabupaten Pulau Morotai terus tancap gas dalam memperkuat tata kelola keuangan daerah. Kali ini, terobosan digital kembali dihadirkan lewat peluncuran aplikasi SIPADU (Sistem Informasi PAD Terpadu) oleh Kepala Badan Pengelola Keuangan dan Aset Daerah (BPKAD), Marwan Sidasi.
Aplikasi ini dirancang sebagai pusat integrasi seluruh transaksi pajak dan retribusi daerah dalam satu platform digital, sekaligus menjadi langkah nyata dalam mendorong elektronifikasi transaksi pemerintah daerah (ETPD).
Marwan Sidasi menegaskan, kehadiran SIPADU menjadi jawaban atas kebutuhan sistem yang cepat, akurat, dan transparan dalam pengelolaan Pendapatan Asli Daerah (PAD).
“Melalui aplikasi ini, setiap transaksi penyetoran PAD langsung terbaca dalam sistem dan bisa dipantau progresnya kapan saja. Baik setoran dari wajib pajak maupun bendahara penerima di OPD, semuanya tercatat secara real-time,” ungkap Marwan, Minggu (19/04/2026).
Tak hanya itu, SIPADU juga memberi kemudahan bagi pimpinan Organisasi Perangkat Daerah (OPD) penghasil PAD untuk memonitor kinerja penerimaan tanpa harus menunggu laporan manual.
“Ini bukan sekadar alat pencatatan. SIPADU juga menjadi media rekonsiliasi antara data BPKAD dan bendahara penerima di OPD, sehingga potensi selisih data bisa ditekan seminimal mungkin,” tegasnya.
Lebih jauh, sistem ini dilengkapi dengan dashboard rekapitulasi yang dapat dipantau langsung oleh Bupati Pulau Morotai. Fitur ini dinilai penting sebagai instrumen pengawasan dan pengendalian kinerja pendapatan daerah secara menyeluruh.
Sebagai langkah percepatan implementasi, BPKAD mengimbau seluruh pimpinan OPD agar segera menginstruksikan bendahara penerima di masing-masing instansi untuk mengakses dan menggunakan aplikasi SIPADU.
Dengan peluncuran SIPADU, Pemkab Pulau Morotai optimistis mampu mempercepat transformasi digital di sektor keuangan daerah, meningkatkan efisiensi pelayanan, serta memperkuat kepercayaan publik terhadap pengelolaan PAD yang lebih transparan, modern, dan akuntabel.
(Red/Taufik Sibua)



















