SULA-TeropongMalut.com, Bahan Bakar Minyak (BBM) Bersubsidi di Kecamatan Mangoli Utara, Kabupaten Kepulauan Sula, kembali mengalami kelangkaan. Kelangkaan BBM tersebut, disebabkan oleh keterlambatan pengiriman BBM dari Pertamina ke SPBU di Falabisahaya.
Akibatnya, dari kelangkaan BBM itu, membuat harga BBM Bersubsidi di wilayah Kecamatan Mangoli Utara pun ikut melonjak naik hingga Rp 15 ribu sampai 17 ribu/liter.
Pantauan TeropongMalut.com, Kamis (19/08/2021), di duga keterlambatan pengiriman BBM tersebut, di karenakan Kapal yang biasa di pakai dalam pemuatan BBM dari Pertamina ke SPBU sudah tidak di pakai lagi alias di ganti dengan alasan sudah tidak layak.
Hasil penelusuran wartawan di lapangan, sebelumnya pasokan BBM di SPBU Falabisahaya agak baik karena kapal yang biasa di pakai masi lancar dalam beroperasi. Namun, pasokan BBM kembali memburuk ketika kapal tersebut di ganti.
Akibatnya, proses pengiriman BBM dari Pertamina Sanana ke SPBU di Desa Falabisahaya mengalami keterlambatan.
“Kenaikan harga BBM di tingkat pengecer disebabkan terlambatnya pengiriman BBM dari Pertamina,” ucap Wilson pemilik SPBU di Desa Falabisahaya.
Kata Wilson, dia tidak tahu kelangkaan akan terjadi sampai kapan. “Tergantung kapal baru yang muat minyak itu kapan masuk, baru bisa di pastikan stok BBM dapat terisi,” ungkapnya.
Terpisah, salah satu warga Desa Falabisahaya ketika di konfirmasi membenarkan hal itu, menurut dia kelangkaan terjadi sudah sejek beberapa bulan ini.
“Akibat dari kelangkaan BBM ini, membuat kami kesulitan untuk mendapatkan minyak. Apalagi harga minyak pun ikut naik dari 15 ribu hingga 17 ribu/liter,” ucap salah satu warga Desa Falabisahaya. (Fai/red)
















