Ternate-TeropongMalut.com, Dr Saiful Ahmad, dilantik sebagai Ketua Asosiasi Ilmu Politik Indonesia (AIPI) Provinsi Maluku Utara oleh Ketua Umum AIPI Pusat Dr Alfitra Salam. Pelantikan dipusatkan di Ruang Rektorat Universitas Muhammadiyah Maluku Utara Kamis (26/08).
Dalam sambutannya Ketua Umum AIPI Pusat menjelaskan bahwa AIPI merupakan organisasi profesi ilmiah, kaitannya dengan LIPI.
“AIPI didirikan oleh beberapa Universitas di Indonesia dan bergabung dengan LIPI,” kata Alfitra Salam.
Adapun Visi AIPI adalah memajukan ilmu politik dan mengembangkan politik ke masyarakat.
Target AIPI lanjut Alfitra, adalah penyusunan kembali kurikulum ilmu politik.
“Pendidikan, pengajaran untuk memajukan ilmu politik, itu salah satu kerja AIPI kedepan,” katanya.
Kontribusi ilmu politik bagi masyarakat lanjut Alfitra, merupakan tujuan AIPI. Untuk itu harus memberikan pendidikan politik kepada masyarakat.
Alfitra lantas menyampaikan terima kasih kepada AIPI Malut yang telah melakukan kerja sama dengan Bawaslu, bersamaan dengan Pelantikan pengurus AIPI. “Kedepan AIPI harus kerja sama dengan KPU Provinsi Malut,” harap Alfitra.
Untuk bidang kajian AIPI Malut kedepan, Alfitra mengarahkan untuk mengangkat tema yang sesuai karakteristik daerah seperti kurikulum yang berkaitan dengan kelautan dan perikanan, yang konsen terhadap nelayan.
Tidak hanya itu AIPI juga diharapkan membangun jaringan dengan ormas politik, sehinga minimal setiap bulan ada satu kegiatan.
Pada momen pelantikan Ketua dan Pengurus AIPI Malut periode 2021-2025 itu dirangkaikan dengan Seminar Nasional yang mengangkat tema Pemilu di Kawasan Kepulauan, Problematika dan Tantangan Mewujudkan Pemilu yang Berkualitas dan Berintegritas.
Pada seminar Nasional itu menghadirkan tiga pemateri yakni Dr Alfitra Salam, selaku Ketua Umum AIPI Pusat, Ketua KPU Provinsi Malut Putja Sutamat dan Ketua Bawaslu Malut Muksin Amrin.
Seminar Nasional dipandu oleh Akademisi Universitas Muhammadiyah Maluku Utara Ali Lating, M.A. dalam memandu seminar Nasional Ali Lating, memprovokasi peserta seminar yang membuat suasana forum menjadi seru dengan pertanyaan-pertanyaan kritis dari peserta kepada para pemateri yang membuat forum seminar Nasional itu hidup dan tak membosankan. (Dar/red)



















