SANANA-TM, Buntut dari kenaikan harga BBM jenis Pertamax dari Rp.9,200 menjadi Rp.12,500 hingga Rp.13,000 membuat banyak konsumen beralih dari Pertamax ke pertalite.
ini karena harga pertalite lebih murah. Hal ini menyebabkan antrean panjang disejumlah SPBU, tak terkecuali SPBU di kabupaten kepulauan Sula.
Dengan demikian, guna Mengantisipasi adanya antrean berkepanjangan, pihak SPBU dikepsul mengalihkan mobil dinas, mobil pejabat daerah hingga mobil BUMN dan TNI/POLRI ke Pertamax.
Sementraa untuk BBM jenis pertalite hanya melayani angkutan umum dan masyarakat berpenghasilan rendah selaku konsumen utama pertalite.
“Sudah berapa hari ini disosialisasikan, sehingga mobil dinas, pejabat daerah dan BUMN serta TNI/POLRI kita alihkan ke Pertamax,” ungkap Admin SPBU Kepsul Sahbudin A. Latif Buamona kepada Teropongmalut.com Minggu (10/4).
Sahbudin lantas berharap kerjasama yang baik dari semua pihak sehingga dengan kenaikan harga Pertamax oleh pemerintah pusat. Namun masih ada pertalite 10 ton per hari yang bisa menjawab kebutuhan masyarakat berpenghasilan rendah”Jelas Budi.
Admin SPBU Kepsul Budi Buamona juga memastikan stok BBM jenis pertalite, Pertamax dan solar alias dexlite saat ini masih dalam keadaan Aman. Dimana untuk pertalite per hari 10 ton, sementara Pertamax tidak ada batasan.
Sekedar diketahui harga BBM di SPBU Kepsul diantaranya jenis pertalite Rp.7,650 kemudian Pertamax Rp.12,750 dan Dexlite Rp.13,250. (ADL/red)
















