Cukup Sekali Kami Dibodohi Dengan Slogan FAGOGORU 2017 Silam

Reporter : Odhe
Editor : Redaksi

HALTENG, Teropongmalut.com – Tahun 2017 silam kami semua merasa terpanggil bahkan merugi untuk ikut bersama barisan ERA FAGOGORU. Karena adanya slogan “Fagogoru”. Kini 2024 tidak akan lagi bersama karena sesungguhnya kami telah tau slogan Fagogoru nyata dijadikan sebuah kepentingan belaka.

“Cukup sekali kami dibodohi dengan sebuah kepentingan yang berslogan “Fagogoru” yang gagal di implementasikan ERA ini,” beber sejumlah warga yang mengaku simpatisan ERA di Kecamatan Weda Selatan Sabtu, (23/7/2022) siang tadi.

Menurut sejumlah simpatisan ini , dulu kami berpikir ungkapan-ungkapan yang disampaikan ERA ini akan dapat dipertanggungjawabkan dan dapat melihat kebawa. Namun ketika kursi kepemimpinan berhasil diraih ERA ini, semuanya ibarat pepatah taburi garam diatas laut,” ujar mereka.

ERA ini lanjut mereka, membuat banyak orang kecewa dan kesal karena mulut yang berbicara terlalu besar, namun tak mampu dipertanggungjawabkan. Untuk itu, sekali lagi kami sampaikan bahwa jangan pernah membesarkan orang-orang yang tak mampu mengimplementasikan sebuah nilai “Fagogoru” di wilayah ini,” tuntas mereka.

Buktinya, banyak orang yang memperjuangkan bahkan menjadikan nyawa sebagai taruhan pada 2017 silam. Tetapi aspirasi mereka dia abaikan ini dan bahkan tak dihargai sama sekali oleh ERA ini. Bagi kami tak mau dibodohi yang kedua kalinya alias cukup satu kali kehilangan tongkat dan roda kehidupan ini,” pungkas mereka.

Kalau di ingat-ingat perjuangan ERA FAGOGORU 2017 silam, kekecewaan, sedih dan kabung adalah hal yang wajar dalam perjalanan seorang anak manusia yang telah digariskan. Karena Tuhan lah menjadi Hakimnya, Malaikat sebagai Jurinya dan Manusia sebagai pemain yang mengikuti lakon diatas altar sandiwara.

Namun, lanjut mereka, jangan memberikan kami janji-janji kemenangan tetapi rasanya kalah. Karena luka itu sangat sakit dan jika disentuh pasti mengeluarkan darah,”ucapan kekecewaan simpatisan Weda Selatan kepada media siang tadi.

Tulisan kekecewaan ini hanya sekedar catatan reflektif untuk Elang-Rahim sebagai Kepala dan Wakil Kepala Daerah Halteng. Dengan kata lain, kami juga mengajak pembaca untuk lebih sibuk mempersoalkan sekaligus meninjau kembali cara pandang kita pada perihal filosofis yang lebih esensial tentang apa itu politik, bagaimana berpolitik, dan untuk apa berpolitik, tanpa harus terjebak dengan persoalan teknis instrumental seputar tahapan pilkada,” tutup mereka.

IMG-20260420-WA0020
previous arrow
next arrow
IMG-20260423-WA0117
previous arrow
next arrow
images - 2026-04-22T235051.720
previous arrow
next arrow
FB_IMG_1776869755543
previous arrow
next arrow

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *