SANANA-Teropongmalut.com-Tentara Nasional Indonesia (TNI) dan warga masyarakat desa paratina kecamatan sulabesi barat (Sulbar) gotong royong membangun jembatan penyebrangan secara darurat menggunakan bahan baku kayu dan papan pada Rabu (22/2).
Unsur TNI yang hadir dalam kegiatan tersebut diantaranya, Serma Adam Umasugi, batituut Koramil 03 Sanana, Serma Arsad Embisa Bamin Bakti, Serka Amir Abdul Rahman Babinsa, Sertu Fadli Fatgehipo,Serda Yusran fataruba ,Serda Ahmad Soamole, Serda Wahdi respon, Serda mulkin Ahmad,Kopda Iip Sarifudin,kopda muhajril umarama, kopda la masdio, praka Iksan wamnebo.
Anggota kodim 1510-03/Sanana dan Babinsa Paratina Bripka Asrizal.Sementara itu, warga dari kedua dusun dibawah komando kepala desa paratina Asrul Aufat dikerahkan bersama-sama dengan Anggota TNI Koramil 03, membangun jembatan tersebut.
Jembatan penyebrangan ini dibangun demi kepentingan pendidikan serta keperluan antara warga paratina dusun 1 dengan paratina dusun II.ini karena dua dusun dalam satu desa itu terpisah dengan jarak 900 meter. tak hanya terpisah, untuk menuju kedua dusun itu warga harus menyebrang telaga, ironisnya anak anak sekolah dasar dan taman kanak kanak juga ikut menyebrang bersama orang tua saat hendak ke sekolah,”Kami membangun jembatan darurat dipantai karena ini sangat penting bagi generasi yang hendak ke sekolah bahkan keperluan antar warga kedua dusun dalam wilayah desa paratina kecamatan sulabesi barat” Ungkap Asrul Aufat Kepala Desa Paratina.
Terpisah, Kasi Pemerintahan Husain Aufat kepada wartawan menjelaskan, Desa paratina sebelum gempa melanda pulau sulabesi pada tahun 65 silam masih berada satu lokasi yakni diparatina lama (sekarang dusun II).setelah gempa warga masih sempat membangun.namun pada tahun 1970 telaga yang berada tepat dibelakang desa meluap hingga menerjang sejumlah rumah warga.hal inilah menjadi alasan warga paratina memindahkan kampung (sekarang dusun 1). Pada saat memindahkan kampung sebagian warga mempertahankan dengan alasan mesjid tidak roboh. Meskipun begitu segala urusan dan keperluan administrasi desa dan sekolah dialihkan ke dusun 1 atau paratina baru,”Jadi kami dari dusun 1 dan dusun II bersama TNI membangun jembatan agar aktifitas warga dua dusun lebih nyaman terutama anak anak ke sekolah juga tidak lagi lewati air telaga”Jelas Husain.
Husain lantas mengucapkan rasa sukur dan terimakasih kepada pihak TNI yang mengindahkan koordinasi kepala desa,Babinsa dan Babinkamtibmas hingga menerjunkan personil membantu kami masyarakat paratina membangun jembatan penyebrangan meskipun masih secara darurat.
Pria Asal desa paratina itu juga berharap kedepan ada kepedulian dan perhatian Pemkab Kepulauan Sula terhadap pembangunan jembatan ini secara permanen,”Barangkali dengan kelebihan anggaran daerah kedepan pemkab bisa lirik jembatan penyebrangan desa paratina dusun II yang semenjak ini dibangun menggunakan kayu dan papan”Tutup Kasi Pemerintahan Husain Aufat.
Sementara itu Danramil 1510-03/Sanana Kapten Inf.Awad Manjeng mengatakan, kehadiran TNI bersama masyarakat desa paratina untuk Gotong royong membantu pekerjaan jembatan penyebrangan yang menghubungkan dusun 1 ke dusun II desa paratina kecamatan sulabesi barat (Sulbar),” Sebagai aparat komando kewilayahan terus membantu kesulitan masyarakat dan sejauh ini Koramil Sanana terus bersama masyarakat melakukan kebersihan lingkungan”Tutupnya. (DRL/red)
















