SANANA-TM, Dinas Perindustrian dan Perdagangan (Perindag) Kabupaten Kepulauan Sula (Kepsul), Provinsi Maluku Utara memindahkan sedikitnya 119 pedagang setelah peristiwa kebakaran di Pasar Basanohi Sanana yang terjadi pada pekan lalu, hingga menghanguskan sedikitnya 185 lapak pedagang.
“Terpaksa dipindahkan di tempat yang kosong di area pasar ini, karena tempat berdagang mereka hangus terbakar,” ujar Kepala Dinas Perindag Kepsul Djena Tidore saat ditemui media ini Sabtu (10/6).
Ia menjelaskan, Pemkab Kepsul saat ini sudah menginventarisir lapak-lapak pasar yang terbakar beserta nama-nama pedagang sehingga berdasarkan data awal diketahui total 185 lapak yang terbakar, Dari 185 terdapat 26 petak tutup alias tidak ada pedagang.sementara yang ditempati pedagang tersisa 159. Kemudian dari 159 setelah diverifikasi ada pedagang yang menggunakan ruko lebih dari satu sehingga jumlah total pedagang tersisa 119.
Kemudian untuk sementara 119 pedagang tersebut direlokasi ke terminal sesuai kesepakatan dengan pihak perhubungan. Namun dilokasi terminal juga tidak muat sehingga sebagian pedagang menempati lokasi kebakaran setelah membersihkan puing puing kebakaran,”Dampak kebakaran ini cukup besar dan kami sedang melakukan upaya pemulihan pasca kebakaran,” ujar Djena Tidore.
AMP
Ia menambahkan, selain memindahkan sementara pedagang, Pemkab Kepsul juga telah melakukan upaya pembersihan puing-puing lapak pedagang yang terbakar. pada pembersihan itu, Perindag di bantu Dinas terkait dan aparat keamanan.
“Peristiwa semacam ini tidak bisa di tebak, maka langkah pemerintah ke depan bagaimana membangun kembali pasar ini dengan kontruksi bangunan yang lebih moderen, karena pasar menjadi pusat pertumbuhan ekonomi masyarakat,” ucap Djena Tidore.
Menurut catatan yang dimiliki Pemkab Kepsul, pasar Basanohi sebelumnya pernah terbakar dua kali. Dari sejumlah peristiwa nahas tersebut dilaporkan tidak ada korban jiwa. (AIZ)
















