Ternate, TeropongMalut — Plaza Gamalama Modern di Kota Ternate kini terlihat terbengkalai setelah pencabutan Surat Keputusan (SK) pengelolaan oleh Pemerintah Kota Ternate terhadap PT. Athena Tagaya. Kondisi plaza yang dulunya diharapkan menjadi pusat perbelanjaan modern kini hanya menyisakan kotoran, sampah, dan kerusakan. Senin (07/10/24)
Sejak SK dicabut, plaza tersebut tidak lagi dihuni dan tidak terawat. Pantauan media menunjukkan banyaknya sampah berserakan, tanaman yang mengering, dan kerusakan pada bangunan, termasuk pintu gate yang ambruk. Bahkan, anak-anak bebas bermain bola di area selasar gedung yang seharusnya terjaga.
Pemerintahan Walikota Tauhid Soleman selama lima tahun terakhir patut dipertanyakan terkait perhatian terhadap pengelolaan plaza ini. Dinas Perindustrian dan Perdagangan (Disprindag) sebelumnya memberikan kunci Plaza Gamalama Modern kepada Sharif Hidayat, yang membawa nama PT. Athena Tagaya. Namun, pada tahun 2023, Sharif juga terlibat dalam praktik sewa-menyewa kepada pedagang di area tersebut.
Sharif Hidayat diketahui memiliki tunggakan pajak lebih dari satu miliar rupiah dan sebelumnya diberi tanggung jawab untuk mengelola parkir Bandara Sultan Babullah, yang izinnya dicabut akibat tidak membayar retribusi pajak. Selain itu, pedagang Gamalama mengungkapkan bahwa mereka telah memberikan uang muka (DP) untuk menyewa tempat di plaza kepada Ibu Irawati, manajer yang bertanggung jawab saat itu.
“Sudah ada sekitar 50 hingga 60 pedagang yang memberikan DP, dan kami meminta uang kami dikembalikan. Jika memang tidak jadi dibuka, kami butuh kejelasan,” ungkap salah satu pedagang yang enggan disebutkan namanya.
Irawati, sebagai manajer, mengakui keterlibatannya dan bahwa banyak pedagang telah berinvestasi di proyek ini. “Kami sangat kecewa, dan jika tidak ada pembukaan, kami hanya ingin uang kami kembali,” tambahnya.
Sejumlah pedagang asal Gorontalo, Makassar, Manado, dan Minang yang telah lama tinggal di Ternate merasa dirugikan dan menuntut transparansi serta pengembalian uang DP mereka. Dengan situasi yang semakin tidak menentu, para pedagang berharap pemerintah segera memberikan solusi untuk mengatasi permasalahan ini. (Agis)



















