Akhir tahun 2025 Malut Miliki 3 Kampung Nelayan Merah Putih Siap Beroperasi

Kadis KP Fauzi Momole: Progres Pembangunan sudah 40 Persen

Sofifi-TeropongMalut.com, Pembangunan Infrastruktur 3 Kampung Nelayan di Provinsi Maluku Utara yakni di Kabupaten Halmahera Timur, Kabupaten Halmahera Utara dan Kabupaten Pulau Morotai kini terus digenjot oleh Kontraktor.

“Tiga kampung nelayan di tiga Kabupaten itu sementara dalam pekerjaan yang dikerjakan oleh BUMN Adi Karya progressnya sudah mencapai 30-40%, damana progres dipantau secara langsung oleh Presiden Prabowo per hari ini via CCTV online,” Demikian dijelaskan Plt Kadis Kelautan dan Perikanan Provinsi Maluku Utara Fauzi Momole, kepada TeropongMalut.com di Sofifi Rabu 5 November 2025.

Fauzi, menjelaskan kampung nelayan merah putih merupakan program prioritas Presiden Prabowo, sehingga proses pekerjaan dipantau langsung oleh Presiden melalui CCTV online per hari ini pukul 13.00 WIB.

“Saat ini pembangunan infrastruktur dasar kawasan perikanan mulai terbangun, infrastruktur pendukung lain juga ikut dibangun karena ditargetkan pembangunan seluruh infrastruktur kampung nelayan Merah Putih selesai tahun ini dan langsung digunakan oleh masyarakat yang pengelolaannya dilakukan melalui pengelolaan Koperasi Merah Putih,” Jelas Fauzi Momole.

Pembangunan Kampung Nelayan ini merupakan program prioritas nasional yang diinisiasi oleh Kementerian Kelautan dan Perikanan (KKP) di bawah Bapak Sakti Wahyu Trenggono. Tujuannya adalah Meningkatkan kesejahteraan masyarakat nelayan, Memberikan nilai tambah bagi produk perikanan tangkap dan budidaya, Memodernisasi infrastruktur dan fasilitas pendukung kegiatan nelayan, Membangun kawasan yang terintegrasi, mulai dari penangkapan, pengolahan, hingga pemasaran.

Secara umum, status pembangunannya memang sedang berjalan. Berikut adalah progres yang telah dilaporkan, tahap Perencanaan dan Pematangan Lahan, Tahap ini umumnya sudah selesai. Lahan-lahan di ketiga lokasi telah disiapkan.

Tahap Konstruksi Fisik, Pembangunan fisik sedang berlangsung. Beberapa komponen yang sedang dikerjakan meliputi, Cold Storage (untuk menyimpan hasil tangkapan agar tetap segar).
Rumah Pengolahan Ikan (RPI) atau Fish Processing Center (FPC) (untuk mengolah ikan menjadi produk bernilai tinggi seperti fillet, ikan asin, abon, dll.).
Pangkalan Pendaratan Ikan (PPI) atau Tempat Pendaratan Ikan (TPI) yang dilengkapi dengan dermaga.
Rumah Nelayan atau pemukiman yang lebih layak. Pembangunan Listrik Tenaga Surya (PLTS) untuk mendukung kebutuhan energi.

Manfaat yang Diharapkan
Setelah ketiga kampung nelayan ini beroperasi penuh, dampak yang diharapkan adalah,
1. Bagi Nelayan: Pendapatan meningkat karena dapat menjual ikan dengan harga yang lebih baik, baik dalam bentuk segar (berkat cold storage) maupun olahan.
2. Bagi Ekonomi Lokal: Terciptanya lapangan kerja baru, baik di sektor penangkapan, pengolahan, maupun pemasaran.
3. Bagi Daerah: Meningkatnya Penerimaan Negara Bukan Pajak (PNBP) dan Pendapatan Asli Daerah (PAD) dari sektor kelautan dan perikanan.
4. Ketahanan Pangan: Menjadi penyangga stok ikan nasional dan meningkatkan konsumsi protein ikan di masyarakat lokal. (Tim/red)

IMG-20260525-WA0024
previous arrow
next arrow
IMG-20260524-WA0021
previous arrow
next arrow
IMG-20260525-WA0027
previous arrow
next arrow

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *