Kepsek SMK Negeri 1 Ternate Paparkan Sejarah Singkat Perjuangan Sultan Babullah
Ternate-TeropongMalut.com, Anggota DPD-RI / MPR RI Dapil Maluku Utara Hidayatullah Sjah, S.IP, M. A. P yang juga Sultan Ternate pada Kamis 18 Desember 2025 menggelar sosialisasi 4 pilar kebangsaan di Sekolah Menengah Kejuruan (SMK) Negeri 1 Kota Ternate.
Dalam kesempatan itu Sultan Ternate mengulas tentang Pancasila mulai dari Sila Pertama sampai Sila kelima dengan pendekatan filosofi dan dola bolo Bangsa Ternate lengkap dengan sejarah lahirnya Pancasila yang salah satunya terinspirasi dari lambang Kesultanan Ternate yakni Burung Goheba berkepala dua.
Dalam kesempatan itu juga Sultan Ternate Hidayatullah Syah yang merupakan urusan Daerah Maluku Utara di Parlemen Indonesia itu menyentil soal sila ke empat yang berbicara tentang perwakilan dalam hal pemilu. Namun faktanya pemilu dilakukan secara langsung dan bukan diwakilkan.
Untuk Sila kelima Keadilan sosial, menurut Hidayatullah Syah dengan sistem pemerintahan yang sentralis seperti Indonesia saat ini maka konsep keadilan masih jauh dari kata adil.
Sebab seluruh urusan ditentukan oleh Pemerintah Pusat, begitu juga pengelolaan sumber daya alam di daerah ijinnya dikeluarkan oleh pemerintah pusat sehingga daerah tidak dapat apa-apa selain dari dana bagi hasil yang sangat sedikit.
“Dulu kakek saya yang berteman dengan Soekarno mengusulkan kepada Soekarno agar sistem pemerintahan Negara Indonesia adalah federal. Namun Soekarno tidak setuju karena lebih condong ke sistem pemerintahan Negara Indonesia adalah kesatuan,” Jelas Sultan.
Kenapa Kakek saya memilih sistem pemerintahan Negara adalah Federal dan bukan kesatuan? Tanya Sultan. Sebab jika sistem federal daerah memiliki kewenangan untuk mengatur dirinya. Sementara sistem kesatuan, negara dikendalikan oleh Pemerintah Pusat dan Daerah tidak memiliki kewenangan untuk mengatur dirinya.
Sementara itu Kepala SMK Negeri 1 Kota Ternate Ma’aruf Kahar, S.Pd, kepada para siswa menjelaskan soal sejarah perjuangan Sultan Babullah sang Penakluk dari Timur yang pada masanya mampu menaklukkan 72 Negara.
“Spirit dan perjuangan para pendahulu kita Sultan Babullah dan Sultan-sultan lainnya patut dicontoh dan diteladani oleh generasi muda saat ini sebagai bekal perjuangan dimasa depan,” Harapnya.
Nilai-nilai dari kearifan lokal yang ada di Kota Ternate perlu dipelajari dan dikembangkan untuk adopsi sebagai filosofi hidup ditengah kehidupan modern saat ini.
Sosialisasi 4 Pilar kebangsaan itu juga menghadirkan Akademisi dari IAIN Dr Bahrudin Baha, yang menjelaskan tentang 4 Pilar kebangsaan yakni 1. Pancasila sebagai dasar dan ideologi negara.
2. Undang-Undang Dasar Negara Republik Indonesia Tahun 1945 sebagai konstitusi negara.
3. Negara Kesatuan Republik Indonesia (NKRI) sebagai bentuk negara.
4. Bhinneka Tunggal Ika sebagai semboyan pemersatu bangsa.
Kegiatan itu bertujuan untuk Memperkuat pemahaman dan wawasan kebangsaan di kalangan generasi muda, khususnya pelajar SMK.
· Menanamkan nilai-nilai luhur Pancasila dalam kehidupan sehari-hari.
· Meningkatkan rasa cinta tanah air, semangat persatuan, dan kesadaran bela negara.
· Mencegah pengaruh paham radikalisme dan intoleransi di lingkungan sekolah.
· Mempersiapkan generasi muda yang tidak hanya terampil secara teknis (sesuai kompetensi SMK) tetapi juga memiliki karakter kebangsaan yang kuat. (Tim/red)

















