HALTENG — Aksi pengeroyokan brutal kembali mencoreng rasa aman warga. Anto Badrun, warga Desa Lelilef Woebulen, menjadi korban pengeroyokan dan penganiayaan sekelompok pemuda saat sedang mandi di air terjun Desa Lukulamo, Kecamatan Weda Tengah, Rabu (24/12/2025).
Informasi yang dihimpun dari orang tua korban dan tiga orang saksi menyebutkan, korban dikeroyok delapan orang anak muda warga desa Lukulamo yang diduga sedang berpesta minuman keras di lokasi air terjun. Tanpa sebab jelas, usai korban selesai mandi, para pelaku langsung menyerang secara membabi buta.
Korban dipukul bertubi-tubi hingga pingsan, dihantam menggunakan benda keras, termasuk kayu hingga hancur dan batu yang dilemparkan oleh sejumlah pelaku. Aksi kekerasan itu terjadi di area air terjun dan berlangsung dalam kondisi korban tak berdaya.
Saat ini korban menjalani perawatan medis intensif dan telah dilakukan visum untuk kepentingan penyelidikan oleh aparat penegak hukum Polres Halmahera Tengah.
Pihak kepolisian melalui Kasubsektor Lelilef dan Kasat Reskrim Polres Halteng membenarkan peristiwa tersebut. Hingga kini, kasus masih dalam tahap penyelidikan. Empat orang pelaku telah diamankan dan ditahan, sementara pelaku lainnya masih dalam pengejaran.
Koordinator Wilayah Forum Pers Independen Indonesia (FPII) Halmahera Tengah, Lamagi La Ode, mendesak aparat penegak hukum agar mengusut tuntas seluruh pelaku tanpa pandang bulu. Ia menegaskan, berdasarkan keterangan saksi, jumlah pelaku mencapai delapan orang dan seluruhnya harus dimintai pertanggungjawaban hukum.
Selain itu, ia juga meminta kepolisian bertindak serius terhadap peredaran minuman keras di wilayah Lelilef dan sekitarnya. Menurutnya, lemahnya pengawasan terhadap miras berpotensi melahirkan kekerasan dan mengancam keselamatan warga.
“Keamanan suatu wilayah sangat ditentukan oleh ketegasan aparat dalam mengawasi dan menindak peredaran miras,” tegasnya. (Odhe/Red)


















